IndonesianForecast, JAKARTA — Berawal dari pembangunan lahan seluas 10 hektare di Kelapa Gading Permai tahun 1975, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menjelma menjadi pengembang yang memiliki 9 kota mandiri terpadu yang tersebar di Jakarta, Bogor, Serpong, Tangerang, Bekasi, Bandung, Karawang, hingga Makassar. Menginjak usia emas 50 tahun, emiten properti yang dimiliki oleh Soetjipto Nagaria ini berhasil memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp6,37 triliun.
President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan Summarecon terus berkomitmen dalam pengembangan ekosistem perumahan. Dalam perjalanan 50 tahun, perjalanan Summarecon tak mudah dimana menghadapi momen pasang surut yakni saat krisis moneter ekonomi RI pada 2019, kemudian banjir yang melanda Kelapa Gading di tahun 2007, hingga pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada 2020. Namun demikian, kondisi tersebut bisa dilewati oleh Summarecon tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja satupun.
“Summarecon selalu punya satu pelajaran yang saya tidak pernah lupa Itu adalah bahwa karyawan dan owner berada dalam satu kapal besar sehingga PHK merupakan pilihan yang ke sekian, jika memang ada pemotongan gaji dan sebagainya ataupun memang ada sesuatu harus suffer Itu karena merasa dalam satu kapal Itu yang memang menjadi sebuah wisdom yang luar biasa. Kalau ada yang harus dikorbankan, dilakukan bersama-sama. Begitu juga ketika kita pulih, kita bangkit bersama,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
Budaya perseroan memiliki nilai-nilai yang sangat konsisten diterapkan oleh para pendiri untuk mengajarkan karyawan untuk tidak sekadar bekerja, tetapi juga belajar tentang kehidupan dari setiap tantangan yang dihadapi.
Untuk dapat survive di tengah pesatnya perkembangan jaman, pengembang terus proaktif dan mengamati perubahan perilaku (behavior change) dari konsumen. Dia mencontohkan saat pandemi Covid-19, pengembang mengubah cara penjualan dengan digitalisasi teknologi untuk menangkap konsumen.
Selain itu, pengembangan kota mandiri Summarecon juga dilakukan mengikuti perkembangan dan kebutuhan konsumen. Perseroan konsisten dalam menjaga kualitas dan berinovasi yang menjadi kunci bagi Summarecon untuk memastikan township mereka selalu memenuhi janji dasar aman, nyaman, dan lengkap kepada konsumen
“Saat ini konsumen ingin keluar rumah ada taman, ada kolam renang, maka kami bangun club house di setiap klaster, itu basic need dibutuhkan konsumen,” katanya.
Pengembangan kota mandiri Summarecon juga mengusung konsep environmental, social, and governance (ESG). Hal ini sebagai upaya untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan. Salah satu yang dilakukan dengan pengembangan waste water treatment di setiap kota mandiri sebagai upaya menjaga sumber air.
“Kami mengikuti perkembangan konsumen untuk membuat produk hunian beserta harganya. Pembangunan kota mandiri kami juga mengikuti konsep transit oriented development (TOD) karena ini menjadi keunggulan untuk mendukung high density komunitas,” ucapnya.
Selama 50 tahun perjalanan, Summarecon juga berhasil mendapatkan hak paten dari Kementerian Perindustrian untuk 15 alat dari 51 alat yang digunakan dalam proses konstruksi. Alat tersebut mendapatkan hak paten karena merupakan penemuan baru yang belum ada di pasaran.
Inovasi penemuan alat konstruksi ini sangat memudahkan dan efisiensi secara waktu dan biaya dalam proses konstruksi. Salah satu alat yang diberikan hak paten yakni alat pengecek lampu dan pendeteksi asap dimana digunakan di gedung apartemen dan komersial lainnya. Dengan alat tersebut, pekerja proyek tak perlu naik turun tangga untuk mengecek lampu. Alat tersebut hanya ditempelkan di fitting lampu dari bawah sehingga berdampak pada efisiensi lampu.
Perseroan juga menjamin bangunan di setiap proyek kota mandiri Summarecon memiliki kualitas yang sama. Pasalnya, perseroan memiliki buku standar konstruksi standar Summarecon Agung Indonesia (SSAI) yang menjadi pedoman bagi para kontraktor. Perseroan pun akan tetap fokus dala pengembangan township dalam jangka panjang.
Adapun hingga Oktober 2025, SMRA berhasil meraup prapenjualan atau marketing sales sebesar 80% dari target mencapai Rp5 triliun. Realisasi marketing sales tersebut mengalami pertumbuhan 26% dari periode yang sama tahun lalu.
“Ketika kita menghitung tahunan Oktober 25 dan Oktober 24 ada growth 26%, artinya tahun ini bagus penjualannya. Namun memang ada persoalan daya beli yang menjadi concern nasional,” tuturnya.
Menurutnya, pertumbuhan marketing sales tersebut didorong segmen pasar hunian yang dibidik perseroan yakni menengah ke atas sehingga memiliki resilient yang bagus dan tak terdampak daya beli. Pihaknya optimistis dapat mencapai target marketing sales Rp5 triliun di tahun ini.
Adriano optimistis sektor properti pada tahun depan akan terus berkinerja positif. Optimisme besar terhadap kinerja 2026 karena adanya kebijakan terbaru pemerintah terkait insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang kini diperpanjang hingga 2027.
Menurutnya, kepastian insentif PPN DTP hingga 2027 membuat pengembang bisa menyusun pipeline proyek secara strategis mulai dari perencanaan, peluncuran produk, hingga penyelesaian konstruksi yang menjadi syarat utama PPN DTP. Dia menekankan bahwa insentif ini 100% menguntungkan konsumen.
“Konsumen langsung dapat diskon 11%. Tapi dari sisi industri, insentif ini akan membuat pengembang membangun rumah secara masif. Ketika konstruksi berjalan, 180 bisnis turunan ikut bergerak. Jadi kontribusinya besar bagi ekonomi nasional,” katanya.

Summarecon Discovery
Menandai perjalanan setengah abad, Summarecon membuka Summarecon Discovery, ruang ekshibisi di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading yang menampilkan milestone, nilai, dan filosofi perusahaan dalam membangun sembilan kawasan kota terpadu.
Dibuka untuk publik mulai 28 November 2025, galeri ini dirancang sebagai ruang edukasi dan eksplorasi upaya founder Summarecon Soetjipto Nagaria bersama timnya menghadirkan kota yang aman, nyaman, dan lengkap.
Summarecon Discovery hadir sebagai ruang bagi publik untuk menelusuri perjalanan Summarecon, mulai dari langkah awal di Kelapa Gading hingga berkembang menjadi pengembang 9 kota terpadu.
Ekshibisi tersebut bukan sekadar dokumentasi sejarah tetapi juga menampilkan proses panjang pembangunan kota yang berlandaskan komitmen, integritas, dan inovasi berkelanjutan.
“Kami berharap ruang ini memperkaya wawasan masyarakat tentang bagaimana sebuah kawasan direncanakan, dikembangkan, dan dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Secara visual, Summarecon Discovery menampilkan arsip visual, instalasi digital, maket bangunan, dokumentasi sejarah, mural berskala besar, video perjalanan, hingga visualisasi karakter yang menggambarkan dinamika kehidupan kota terpadu dan latar belakang penciptaannya.
Ruang ekshibisi dibagi menjadi 12 zona yakni Foyer yang merupakan ikon Summarecon menampilkan mural bangunan ikonik mulai dari pusat perbelanjaan, hunian, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga ruang komunitas.
Kedua, discovery of life menghadirkan audiovisual berdurasi enam menit tentang kiprah Summarecon selama 50 tahun. Timeline 50 Years of Our Journey dan 9 Symbols menyoroti perjalanan sejak 1975 dimulai dari lahan 10 hektare yang kini menjadi Summarecon Kelapa Gading, serta animasi 9 simbol yang menggambarkan visi dan konsep Kota Terpadu.
Zona our breakthrough memamerkan inovasi di sektor komersial, hunian, fasilitas olahraga dan kesehatan, konstruksi, hingga kawasan. Zona our founder menyoroti nilai hidup, keluarga, dan kontribusi Soetjipto Nagaria dalam pendidikan. Zoan lights of life menampilkan kontribusi sosial perusahaan, termasuk JF3, Celengan Kasih, pelestarian lingkungan, pendidikan, CSR, dan pembangunan infrastruktur publik.
Selanjutnya, zona caring menghadirkan instalasi maskot interaktif sebagai representasi budaya perusahaan, sementara zona time of endurance menceritakan ketangguhan Summarecon menghadapi krisis Moneter 1998, banjir 2007, dan pandemi Covid-19.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi A City of Million Culinary, miniatur Kelapa Gading sebagai kota sejuta kuliner, dan tales of the people yang menampilkan kisah warga dan karyawan Summarecon.
Zona wonderful future memproyeksikan pengembangan TOD, fasilitas publik kelas internasional, hunian berkelanjutan, hingga konsep human flourishing, sementara area shop menyediakan merchandise resmi Summarecon Discovery.
Seluruh instalasi dirancang untuk memberikan pengalaman edukatif, eksploratif, dan menghibur. Ruang ekshibisi dibuka setiap Selasa hingga Minggu pukul 11.30–20.00 WIB tanpa biaya, dengan registrasi melalui situs resmi www.booking.summarecondiscovery.com.






