IndonesianForecast, JAKARTA — Perusahaan pengolahan sarang burung walet, PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menargetkan laba bersih mencapai Rp40 miliar pada 2026.
Direktur Keuangan RLCO Dwiadi Prastian Hadi mengatakan perusahaan menargetkan laba bersih RLCO pada tahun ini mencapai Rp30 miliar pada tahun ini. Seiring target tersebut, perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp600 miliar pada tahun ini dan Rp700 miliar pada 2026.
“Tahun ini, net revenue-nya sekitar Rp600-an miliar, kalau net income-nya sekitar Rp30-an miliar. Tahun depannya kita omzetnya mungkin sudah sekitar Rp700-an miliar, profitnya sekitar Rp40-an miliar,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Adapun RLCO resmi melangsungkan initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia, dengan menawarkan sebanyak 625 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp168 per saham, sehingga meraih dana segar senilai Rp105 miliar.
Direktur Utama RLCO Edwin Pranata menuturkan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan sebesar 56,33% sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku sarang burung walet. Kemudian sebesar 43,67% akan disalurkan sebagai tambahan modal ke entitas anak, PT Realfood Winta Asia untuk kebutuhan pembelian bahan baku.
“Kami bangga sebagai perusahaan yang lahir dari Bojonegoro, Jatim, dan kini membawa produk bernilai tambah Indonesia ke berbagai pasar global. Dari perusahaan lokal menjadi perusahaan global, kami akan terus memperluas kehadiran produk kami ke China, Hong Kong, Amerika Serikat (AS), dan ke depan ke negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam dan Thailand,” katanya.
Dalam aksinya, perseroan menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dengan kesanggupan penuh. Hingga Mei 2025, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp231,3 miliar, atau meningkat 47,56% year-on-year (YoY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Seiring dengan itu, laba periode berjalan meningkat signifikan sejalan dengan peningkatan volume penjualan ekspor dan perluasan kanal distribusi domestik.






