Home / Property / Langkah Metland (MTLA) Perkuat Bisnis Perhotelan

Langkah Metland (MTLA) Perkuat Bisnis Perhotelan

IndonesianForecast, JAKARTA — PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimistis sektor perhotelan kembali bergeliat di tahun depan.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk Wahyu Sulistio mengatakan sepanjang tahun ini sektor perhotelan mengalami kelesuan akibat dampak dari kebijakan pemerintah membatasi kegiatan di hotel. Namun kelesuan di sektor perhotelan diproyeksi hanya sesaat saja dan akan kembali bangkit ketika terdapat perubahan kebijakan pemerintahlah.

“Government kan lagi mengurangi belanja seluruh data perangkat di hotel sehingga memang terpengaruh juga di hotel kami. Tapi kami sangat yakini ini kelesuan sesaat saja, perubahan policy pasti akan berubah kembali,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).

Adapun rerata okupansi atau tingkat hunian hotel yang dimiliki oleh Metland sepanjang tahun ini mencapai 65,9% dari tahun 2024 yang berada di level 62,8%.

Kebijakan pembatasan kegiatan pemerintahan di hotel tidak berdampak pada okupansi hotel Metland yang ada di Bali. Pasalnya, naiknya kunjungan wisatawan mancanegara di Bali sebesar 10% pada tahun ini berdampak pada kenaikan okupansi hotel Horison Ultimate Seminyak Bali sebesar 4,1% dan Metland Venya Ubud sebesar 6,16%.

“Dampak dari pembatasan kegiatan hotel ini sedikit penurunan pendapatan kurang dari 1%, tetapi secara okupansi memang mengalami kenaikan,” katanya.

Kenaikan okupansi hotel di tahun ini juga terjadi di Metland Hotel Bekasi sebesar 29,09% dan Metland Smara Kertajati sebesar 20,50%. Kenaikan okupansi hotel Kertajati disumbang oleh mulai menggeliatnya kawasan industri di Kertajati. Pihaknya optimistis perkembangan positif kawasan industri yang berada di Kertajati dan sekitarnya akan berdampak pada kinerja perhotelan.

“Metland Smara Hotel Kertajati yang terlah beroperasi lebih dulu sejak tahun 2021 merupakan bagian dari pengembangan Metland Kertajati. Sesuai kategorinya Metland Smara Hotel Kertajati menargetkan kegiatan MICE dan kebutuhan akomodasi modern bagi korporasi bisnis dan industri kawasan Rebana yang terus meningkat,” ucapnya.

Metland juga tengah menyelesaikan pembangunan hotel di Tomohon dan di Bekasi. Rencananya kedua hotel tersebut akan selesai pada kuartal III tahun 2026. Perusahaan juga menargetkan akan memiliki 10 hotel dalam beberapa tahun mendatang. Hingga kuartal III tahun 2025, sektor perhotelan menyumbang recurring income sebesar 26% dari pendapatan Metland.

“Perusahaan mengelola enam hotel milik Metland dan segera menjadi delapan hotel dengan seiring dengan proses pembangunan Metland Smara Bekasi dan Metland Marron Tomohon. Tentunya beroperasinya 2 hotel baru yang akan beroperasi di tahun depan akan berdampak pada recurring income, namun seberapa besar belum dihitung,” tuturnya.

Di sisi lain, perusahaan mengambil angkah strategis Metland dalam mengembangkan jaringan bisnis hotel di bawah naungan Metland Hotel Grup (MHG) dengan menggunakan nama Metland pada hotel-hotel yang dikembangkan.

Langkah ini diambil dengan tujuan nama Metland menjadi jaminan kualitas dan layanan yang baik serta membangun loyalitas kepada brand Metland. Nomenklatur dibuat berdasarkan bintang mulai dari bintang tiga, bintang empat dan bintang empat plus dan kategori hotel bisnis, resort atau butik. Metland Smara merupakan penamaan hotel berbintang empat kategori hotel bisnis city. Smara diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti cinta, yang diterjemahkan ke dalam pengalaman menginap yang hangat, ramah dan penuh kenyamanan.

“Pemilihan nama Smara sama dengan Venya pada Metland Venya yang sudah beroperasi sebelumnya yang juga diambil dari Bahasa Sansekerta Venya yang artinya dicintai,” ujar Wahyu.

Nama Meland Smara akan menjadi nama hotel bintang empat Metland yang akan digunakan pada pengembangan hotel lainnya di berbagai lokasi strategis termasuk rencana kehadirannya di Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *