IndonesianForecast, JAKARTA — Penyelesaian pembangunan sejumlah proyek di Nuanu Creative City Bali diyakini tak akan berdampak akibat memanasnya tekanan geopolítik.
CEO Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan pembangunan proyek di Nuanu Creative City sebagian besar menggunakan bahan dari Indonesia meskipun berkolaborasi dengan talent global.
“Tenaga ahli global masih bersama kami, fakta bahwa kami bekerja dengan Indonesia, hal yang baik bagi kami adalah pekerjaan yang memengaruhi realisasi produk, seperti material, tetapi itu ada di negara seperti Indonesia dan meskipun secara logistik sangat rumit, namun negara ini berada di posisi yang baik dalam hal akses ke material dan bagaimana material tersebut diproduksi secara lokal,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Meskipun terdapat material impor dari luar Indonesia, namun Lev menjamin memanasnya perang di kawasan Timur Tengah tak akan menghambat penyelesaian konstruksi. Adapun sejumlah proyek di kawasan Nuanu Creative City ditargetkan selesai pada 2027.
Menurutnya, kondisi geopolitik saat ini menciptakan peluang yang luar biasa. Hal ini karena dari perspektif real estate, Bali berkompetisi dengan Dubai sebagai lokasi yang menarik investasi real estate. Dubai terkenal dengan kawasan yang memiliki regulasi yang sangat baik bagi investor.
“Secara taktis, di situasi geopolitik saat ini, ada banyak risiko untuk investasi di Arab Saudi, Dubai, Oman, dan lain-lainnya. Dan secara teoritis berdampak juga ke Bali, namun hingga saat ini masih banyak turis yang datang berwisata dan berinvestasi ke Bali,” katanya.
Dia menilai meskipun terdapat pembatalan kunjungan jangka pendek ternyata tidak menyurutkan minat investasi jangka panjang. Para investor asing melihat Bali menawarkan imbal hasil tinggi dengan risiko geopolitik yang jauh lebih rendah. Hal ini yang membuatnya yakin tak ada dampak signifikan adanya memanasnya kondisi geopolitik
Adapun saat ini, Nuanu Creative City menunjukkan kemajuan nyata di berbagai lini.infrastruktur, destinasi gaya hidup, pendidikan, hingga pengembangan hunian. Membentang seluas 44 hektare di pesisir barat daya Bali, kawasan ini dirancang sebagai lingkungan yang saling terhubung, tempat dimana para penghuninya dapat tinggal, bekerja, belajar, dan berkembang selaras dengan alam. Dengan komitmen hanya mengembangkan 30% dari total lahan, Nuanu membentuk model baru kehidupan urban yang lebih berkelanjutan.
“Nuanu sejak awal tidak dirancang sebagai sekadar proyek pengembangan properti biasa. Visi kami adalah membangun tempat tinggal terbaik. Artinya, kami memprioritaskan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu mulai dari gaya hidup, fasilitas pendidikan, hingga ruang komersial yang mendukung kehidupan sehari-hari dan menciptakan nilai tambah,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama Head of Corporate Communications Nuanu Real Estate Reyni Wullur menuturkan Nuanu Real Estate berperan membangun lapisan residensial sebagai fondasi ekosistem. Pendekatan ini tidak hanya sekadar penyediaan hunian, namun juga memastikan setiap rumah tumbuh seiring perkembangan infrastruktur, destinasi gaya hidup, dan ruang komunitas.
“Seiring perkembangan Nuanu dan proyek-proyek terus berjalan, kami menargetkan lebih dari 400 unit residensial dan hospitality yang siap diserahterimakan pada 2027,” ujarnya.
Saat ini, Nuanu Real Estate sedang menjalankan 12 proyek hunian dan satu hotel investasi dengan skema kepemilikan hak milik dan hak sewa. Sejumlah proyek telah menunjukkan progres yang signifikan. The Collection Vol. 1 dan Ecoverse ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026, sementara Oxo The Pavilions dan Flower Estates telah resmi memasuki tahap konstruksi pasca groundbreaking.
Salah satu proyek terbaru dengan kepemilikan hak milik bagi warga negara Indonesia, Flower Estates yang menghadirkan 28 unit vila yang terinspirasi dari gabungan orangerie khas Eropa dan lanskap tropis Bali. Dipasarkan mulai dari Rp8,4 miliar, proyek ini dikembangkan bersama Nuanu Nature Team dengan taman privat sebagai elemen utama pengalaman tinggal.
Proyek lainnya adalah Black Sands Oasis, pengembangan vila dan studio berstatus hak sewa dengan arsitektur desert modernism, serta The Sense, konsep hunian berbasis komunitas yang dirancang bagi kreator, wirausahawan, dan profesional. Sementara itu, X Hotel yang merupakan proyek hotel investasi pertama Nuanu dijadwalkan memasuki tahap arsitektur pada akhir April dengan target serah terima pada kuartal pertama 2027.
Kawasan Ritel Komersial
Director of Sutala Conrad menuturkan Nuanu terus memperluas ekosistemnya melalui distrik dan inisiatif baru yang mendukung kehidupan sehari-hari. Salah satu proyek strategis berikutnya adalah Sutala distrik kuliner dan gaya hidup terbaru di dalam Nuanu Creative City yang dirancang menyatukan restoran, budaya, dan kehidupan sosial dalam lingkungan yang walkable.
“Sutala mencerminkan evolusi industri kuliner. Hari ini, orang tidak hanya mencari makanan, tetapi juga lokasi, atmosfer, dan komunitas. Sutala dirancang sebagai distrik kuliner dan gaya hidup di mana pengalaman bersantap terhubung dengan budaya, kreativitas, dan dinamika keseharian, dengan ambisi menjadi salah satu destinasi gastronomi terdepan di Asia Tenggara,” tuturnya.
Rencananya Conrad ini akan dilakukan soft launching pada akhir 2026. Sutala secara aktif mengundang brand restoran terbaik dari Indonesia serta nama-nama kuliner terkemuka di Asia Tenggara untuk bergabung. Berdiri di atas area seluas 17.000 meter persegi, Sutala akan menghadirkan lebih dari 60 tenant yang terkurasi, memadukan ragam pengalaman kuliner dan gaya hidup dalam satu destinasi yang dinamis.
“Saat ini okupansi tenant Conrad sebesar 40% dari sekitar 60 ruang tenant yang disewakan. Sistem sewanya bagi hasil,” terang Conrad.
Di sisi lain, CEO Nuanu Creative City Lev Kroll menambahkan Nuanu Creative City juga terus memperkuat ekosistem pendidikan. Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam ekosistem terintegrasi Nuanu. ProEd Global School telah menjadi bagian dari kawasan ini, dan kini Nuanu berkolaborasi dengan Genius Group Limited untuk menghadirkan Genius City, sebuah platform pendidikan inovatif yang berfokus pada pembelajaran masa depan, kewirausahaan, dan pengembangan keterampilan teknologi.
Genius City dirancang untuk menjembatani keunggulan akademik dengan penerapannya di dunia nyata, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan pemecahan masalah dalam lingkungan belajar yang imersif.
Melalui kolaborasi ini, tahap pertama akan menghadirkan pendidikan berbasis AI yang terintegrasi dengan kurikulum Cambridge bagi siswa sekolah dasar dan menengah di ProEd Global School. Pada fase berikutnya, Genius City akan mengembangkan sebuah education hub di kawasan Nuanu yang menghadirkan program pembelajaran korporasi, program bagi siswa SMA, lifelong education.
“Nuanu memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap pendidikan dan tujuan kami adalah agar setiap pemangku kepentingan dapat menikmati pengalaman belajar hal-hal baru di sini. Bagi pengunjung dan wisatawan, harapannya adalah setiap kunjungan menghadirkan sesuatu yang luar biasa untuk dipelajari. Dalam konteks real estate, Nuanu ibarat sekolah seluas 44 hektare jika Anda tinggal di sana, Anda dan anak-anak tidak hanya memiliki akses ke sekolah internasional, tetapi juga ke puluhan proyek dan talenta-talenta yang bersemangat untuk berbagi keahlian mereka masing-masing,” ujar Lev.
Adapun nantinya seni, penghijauan, 3D printing, hingga kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam pengembangan Nuanu, sekaligus menghadirkan keunggulan dan sinergi bagi sebuah ekosistem pendidikan.






