IndonesianForecast, JAKARTA — PT Gozco Capital, salah satu pemegang saham dari PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) meningkatkan kepemilikan sebanyak 72.452.676 lembar saham atau sekitar 7,21% menjadi 1.035.384.381 lembar saham di Bank Neo Commerce.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan penambahan kepemilikan saham dari PT Gozco Capital maka kepemilikan saham dari masyarakat kini menjadi 52,27% dari sebelumnya 52,82%.
Adapun komposisi pemegang saham BNC yakni PT Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 34,45%, PT Gozco Capital 7,76%, Rockcore Financial Technology Co. Ltd sebesar 5,52% dan sisanya masyarakat sebesar 52,27%.
Direktur Bisnis PT Bank Neo Commerce Tbk Aditya Windarwo mengatakan pihaknya mengapresiasi atas kepercayaan berkelanjutan dari para pemegang saham. Peningkatan kepemilikan saham oleh PT Gozco Capital merupakan sinyal positif dan menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap prospek pertumbuhan dan fundamental Bank Neo Commerce.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Peningkatan kepercayaan oleh investor dan pemegang saham menandakan BNC berada di jalur yang tepat melalui inovasi digital dan pengelolaan risiko yang prudent,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (26/11/2025).
Hal ini memberikan angin segar kepada perseroan untuk mendorong kinerja yang semakin baik kedepannya seiring menigkatnya komitmen dan dukungan dari para investor serta pemegang saham.
Peningkatan kepercayaan ini tidak lepas dari kinerja BNC yang terus meningkat secara konsisten, termasuk capaian laba sebesar Rp464 miliar hingga Kuartal III 2025. BNC terus memperkuat daya saing melalui efisiensi operasional, pengelolaan risiko yang disiplin, serta inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan nasabah.
Kinerja profitabilitas Bank Neo Commerce juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada tahun 2025. Return on Assets (ROA) meningkat signifikan menjadi 3,45% pada September 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan 0,03% pada periode yang sama di tahun 2024 menandakan lonjakan lebih dari 100 kali lipat.
Selain itu, Return on Equity (ROE) turut meroket menjadi 16,96% di September 2025, dari sebelumnya 0,16% pada September 2024. Capaian tersebut merupakan hasil dari fokus perusahaan dalam penerapan manajemen risiko yang disiplin, optimalisasi produktivitas aset, dan pemanfaatan modal secara efektif untuk mendorong pertumbuhan kredit konsumen yang berkualitas.
Selain profitabilitas, perbaikan kualitas aset juga menjadi penopang penting pertumbuhan yang berkelanjutan. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BNC turun signifikan dari 3,72% di September 2024 menjadi 2,92% pada akhir kuartal III tahun 2025.
Tren positif juga terlihat pada NPL net yang menurun dari 0,99% menjadi 0,23% pada periode yang sama. Penurunan tersebut menunjukkan keberhasilan BNC dalam menjaga portofolio kredit yang sehat melalui penerapan proses seleksi debitur yang ketat, pemantauan risiko yang proaktif, serta strategi mitigasi risiko yang tepat sasaran.
“Bank Neo Commerce menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik, menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, dan memperkuat posisi sebagai bank dengan layanan digital dengan pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya.






