IndonesianForecast, JAKARTA — PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimistis prospek bisnis properti pada tahun 2026 meskipun kondisi ekonomi masih mengalami ketidakpastian.
Adapun hingga September 2025, emiten properti berkode MTLA ini membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp1,34 triliun. Realisasi itu mencapai 67% dari target prapenjualan tahun ini yang senilai Rp2 triliun.
Presiden Direktur MTLA Anhar Sudradjat mengatakan perolehan marketing sales tersebut sebagian besar disumbang oleh penjualan unit rumah tapak di proyek Metland Transyogi, Metland Cikarang dan Metland Cibitung. Dengan demikian, perseroan mampu mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,13 triliun pada kuartal III/2025. Adapun, pendapatan tersebut berasal dari penjualan residensial sebesar Rp722 miliar serta pendapatan berulang sebesar Rp409 miliar.
Selanjutnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp232 miliar. Dari sisi neraca, total aset MTLA meningkat 3,84% sejak awal tahun (year-to-date/ytd) menjadi Rp7,7 triliun. Liabilitas tercatat Rp1,9 triliun atau naik 5,82% dan ekuitas meningkat 3,19% menjadi Rp5,7 triliun, mencerminkan kondisi keuangan yang terjaga.
“Perseroan tetap optimistis laba hingga akhir tahun akan tetap terjaga baik sesuai dengan perkembangan perekonomian yang mulai membaik. Tahun depan, kami yakin akan lebih baik dari tahun ini asalkan iklim investasi dan ekonomi terus berjalan kondusif,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Pihaknya tak menampik terdapat pelemahan penjualan rumah tapak segmen tertentu yakni menengah ke bawah. Namun, hal itu diatasi dengan meminimalkan risiko slow moving inventory.
“Kontribusi penjualan terbesar masih didominasi oleh rumah tapak. Khusus untuk segmen menengah ke bawah, kami praktis tidak memiliki slow moving inventory karena penjualan terjadi lebih cepat daripada penyiapan stok,” katanya.
Menurutnya, kondisi properti tahun ini didorong adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dari pemerintah.
Direktur Keuangan MTLA Olivia Surodjo menambahkan program PPN DTP menyumbang 53% dari total penjualan Metland, membuktikan efektivitas insentif pemerintah dalam mendorong pasar properti primer. Peningkatan persediaan rumah dalam proses pembangunan justru sebagai strategi untuk memaksimalkan PPN DTP karena insentif ini hanya berlaku untuk rumah siap serah terima.
Komposisi pendapatan Metland pada kuartal III/2025 terdiri atas 64% dari penjualan residensial dan 36% dari pendapatan berulang (recurring income) pusat perbelanjaan, hotel, pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain. Metland Cibitung dan Metland Menteng memberikan kontribusi terbesar pada pendapatan penjualan Perseroan.
Sementara itu, pendapatan berulang Perseroan terutama didukung oleh kinerja Metropolitan Mall Bekasi, serta peningkatan performa dari sektor hotel melalui Hotel Horison Ultima Seminyak dan Metland Venya Ubud.
“Menjaga momentum penjualan di kuartal IV, Perseroan menghadirkan berbagai program promosi akhir tahun di sejumlah proyek residensial dan komersial, termasuk penawaran harga menarik, potongan biaya pembelian hingga kemudahan pembayaran bagi konsumen,” ucapnya.
Lebih lanjut, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong peningkatan transaksi sekaligus memperluas jangkauan pasar menjelang penutupan tahun. Pada lini komersial, Grand Metropolitan Bekasi menghadirkan berbagai program promosi dan kegiatan tematik akhir tahun di pusat-pusat perbelanjaan untuk meningkatkan kunjungan dan daya tarik konsumen.
Sementara di sektor perhotelan, Perseroan mencatat kinerja operasional yang terus meningkat dibandingkan kuartal I dan kuartal II tahun ini yang ditopang oleh kenaikan tingkat okupansi dan aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) di sejumlah unit hotel, seperti Hotel Horison Ultima Bekasi dan Metland Hotel Bekasi.
“Untuk kategori leisure hotel seperti Hotel Horison Ultima Seminyak dan Metland Venya Ubud, tingkat okupansi tercatat stabil di atas 80%, mencerminkan tingginya minat wisatawan dengan destinasi Pulau Bali,” tuturnya.
Perseroan mengejar penjualan di dua bulan terakhir 2025. Aktivitas pembelian properti mulai bergerak positif, terutama pada segmen rumah tapak. Selain itu, kontribusi dari pendapatan berulang juga terus memberikan stabilitas bagi kinerja Perseroan. Dengan fundamental bisnis yang kuat dan portofolio proyek yang terus berkembang, Metland menatap tahun 2026 penuh keyakinan. Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan proyek residensial, pengembangan area komersial, serta peningkatan kontribusi dari lini pendapatan berulang.
Direktur Pengembangan Bisnis MTLA Nitik Hening menuturkan akan adanya dua proyek sedang dalam konstruksi yaitu, GAVEnue sebagai perluasan dari Grand Metropolitan dan Metland Marron Hotel Tomohon dan tiga proyek dalam persiapan yaitu Metland Smara Bekasi, Metland Subang dan Metland Manado.
“Kami percaya tahun depan akan membawa peluang pertumbuhan baru, dengan strategi yang adaptif, efisiensi yang terus dijaga dan komitmen terhadap kualitas, Metland siap melanjutkan momentum positif menuju 2026,” ujar Nitik.






