IndonesianForecast, JAKARTA — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 231.343 unit rumah dengan nilai mencapai Rp28,72 triliun hingga akhir November 2025. Angka ini diklaim merupakan yang tertinggi sejak program FLPP diluncurkan pada 2010.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pencapaian tersebut menempatkan 2025 sebagai tahun dengan realisasi FLPP terbesar sepanjang sejarah, melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada 2023.
Sejak tahun 2010 hingga 2025 penyaluran dana FLPP mengalami dinamika yang fluktuatif. Adapun tahun 2010 penyaluran dana FLPP sebesar 7.959 unit, diikuti tahun 2011 sebanyak 109.592 unit, tahun 2012 sebanyak 64.785 unit. Kemudian pada 2013, FLPP disalurkan sebanyak 102.711 unit, dilanjutkan tahun berikutnya 2014 sebanyak 76.057 unit kemudian menurun di tahun 2015 menjadi 58.469 unit dan turun lagi tahun berikutnya 2017 sebanyak 23.763 unit yang menjadi terendah penyaluran.
Tahun 2018 penyaluran dana FLPP kembali meningkat menjadi 57.939 unit, dan terus meningkat menjadi 77.835 unit pada 2019. Setahun kemudian penyaluran dana FLPP menjadi 109.253 unit. Tahun 2021 terus meningkat penyaluran dana FLPP menjadi 178.728 unit diikuti tahun berikutnya 226.000 unit dan tahun 2023 sebanyak 229.000 unit. Penyaluran dana FLPP kembali mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300 unit.

Tren ini menunjukkan kembali menguatnya penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), salah satunya karena percepatan kolaborasi lintas sektor di 2025..
“Kerja keras semua pihak membuat penyaluran dana FLPP sampai pada tahap ini. Terima kasih untuk semua pihak atas kontribusi nyatanya selama ini. Bank penyalur, asosiasi pengembang, pengembang-pengembang dan ekosistem perumahan yang tiada henti berjuang agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah pertamanya,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Pencapaian rekor ini merupakan hasil kolaborasi besar yang melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, 7.785 pengembang yang membangun 12.450 perumahan di 33 provinsi dan 399 kabupaten/kota.
“Berbagai profesi menikmati manfaat dari penyaluran dana FLPP ini di seluruh Indonesia. Sosialisasi yang masif dan gencar kami lakukan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di berbagai kota dan provinsi memperlihatkan hasil yang menggembicarakan,” katanya.
Adapun buruh sebagai penerima manfaatkan FLPP tertinggi hingga 42.609 unit, diikuti oleh profesi lainnya 12.999 unit, guru sebanyak 2.090, tenaga Kesehatan sebanyak 1.448 unit, polri sebanyak 894 unit, perawat 692 unit, petani 601 unit. Selain itu bidan juga masuk dalam kategori penerima hingga 206 unit, TNI AD sebanyak 197 unit, wartawan 73 unit, PNS 89 unit dan lainnya 149 unit.
“Penerima dana FLPP sebagian besar pihak swasta sebanyak 74,62%, diikuti oleh wiraswasta sebesar 13,19%, PNS 7,33%, TNI sebanyak 1,95% dan lainnya sebanyak 2,91%,” ucapnya.






