IndonesianForecast, JAKARTA — Kawasan Rebana diproyeksikan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia dan memiliki peran strategis dalam mendorong industrialisasi berkelanjutan di Jawa Barat.
Untuk diketahui, kawasan Rebana mencakup Cirebon, Subang, Indramayu, Kertajati, Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Kota Cirebon.
Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana Helmi Yahya mengatakan nilai investasi yang masuk ke kawasan Rebana hingga kuartal III tahun 2025 mencapai Rp25 triliun. Angka tersebut diproyeksikan meningkat signifikan pada tahun depan.
“Realisasi investasi hingga kuartal III tahun 2025 capai Rp25 triliun, ini lebih tinggi dari tahun 2024. Tahun depan target nilai investasi akan naik 25% hingga 30%,” ujarnya, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, kawasan Rebana berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa
Barat,ditandai dengan percepatan pembangunan infrastruktur tumbuhnya kawasan industri serta meningkatnya minat investor berkat posisi strategisnya.
Menurutnya, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan Patimban, perluasan konektivitas tol dan perencanaan terpadu pemerintah memperkuat proyeksi Rebana sebagai poros
ekonomi dan industri masa depan. Terlebih, pada sembilan bulan pertama, pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana mencapai 5,53% dimana Majalengka bertumbuh sebesar 8,07% dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 18.933 orang.
“Kawasan Rebana mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari angka Jawa Barat maupun nasional pada triwulan III tahun 2025,” katanya.
Pihaknya terus berupaya untuk mendatangkan investor di kawasan Rebana. Salah satu caranya dengan meningkatkan trafik di BIJB Kertajati yakni dengan pembangunan Kertajati Aerospace Park yang merupakan kerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dimana tahap pertama hub dirgantara sebagai pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, dan logistik.
Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada infrastruktur dasar kawasan secara paralel dengan pembangunan hanggar rotary wing. Hanggar ini dirancang dengan kapasitas fleksibel untuk menampung beberapa unit helikopter kelas menengah secara bersamaan.
Kemudian, pengembangan kawasan akan dilanjutkan dengan pembangunan konektivitas sisi udara. Melalui pengembangan apron dan taxiway, serta pembangunan hanggar lanjutan untuk perawatan pesawat fixed wing. Kemudian, fasilitas MRO untuk engine dan component, manufacture spare part, dan fasilitas pendukung lainnya secara bertahap sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengembangan Aerospace Park.
“Kami tengah berusaha menaikkan trafik kunjungan BIJB dengan menyelenggarakan sejumlah event di Kertajati. Selain nanti jadi MRO helikopter, diharapkan next akan bisa fixed wing dan juga kargo airport mengingat di Cengkareng sudah sesak sehingga BIJB bisa jadi kargo airport, karena juga dekat dengan Patimban dan adanya kereta, dan lebih dekat dengan Jawa Tengah,” ucapnya.
Rebana merupakan kawasan ekonomi koridor yang menggabungkan daerah aglomerasi yang diperuntukkan untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Jawa Barat. Kawasan Rebana memiliki potensi investasi mulai dari sektor perikanan, garam, kuliner, pariwisata, sumber daya air, dan lain-lainnya. Selain itu, menjadi lokasi proyek strategis nasional pemerintah pusat senilai Rp235 Triliun serta telah memiliki 14 kawasan industri.
“Kami berfokus untuk menggali potensi kawasan Rebana dalam menarik Indonesia lewat promosi dan koneksi ke investor untuk menggali potensi investasi Jabar mengingat baru 5% dari 43.900 hektare luas kawasan industri Rebana yang bisa dimanfaatkan yang bisa menampung 1,8 Juta tenaga kerja,” tuturnya
Helmy meyakini kawasan Rebana semakin menjadi magnet investasi global, seiring kedatangan calon investor dari berbagai negara yang siap menanamkan modal di kawasan strategis Jawa Barat tersebut.
“Sejumlah investor dari China sudah menyatakan komitmennya dalam berinvestasi di kawasan Rebana. Dalam waktu dekat industri pertahanan akan dipindahkan di kawasan Rebana,” ujarnya.
Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan investasi di kawasan Rebana yakni tengah diajukan wilayah tersebut menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Namun demikian, Helmy tak menampik terdapat tantangan besar yang dihadapi di kawasan Rebanan yakni kesiapan dan kualitas sumber daya manusia (SDM). BP Kawasan Rebana tengah memfokuskan pengembangan pendidikan berbasis vokasi untuk mengatasi persoalan SDM.
Upaya penguatan SDM ini juga mendapat dukungan internasional yakni Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) telah menyatakan kesepahaman untuk membantu pengembangan sekolah vokasi di Kawasan Rebana.
“Persoalan kita memang terkait tenaga kerja. Kami akan lebih banyak menyiapkan sekolah vokasi agar kebutuhan industri bisa langsung terpenuhi. Perlu ada link and match ya antara tenaga kerja kita dengan skill yang dibutuhkan. Salah satunya untuk industri data center membutuhkan tenaga dengan skill-skill kita lagi merayu BYD supaya memberikan blok mesin listrik untuk salah satu sekolah politeknik supaya punya tenaga-tenaga yang siap,” katanya.
Menurutnya, kawasan Rebana memiliki daya saing tinggi dibandingkan dengan kawasan industri lainnya. Keunggulan di kawasan Rebana antara lain upah minimum regional (UMR) yang masih kompetitif dan harga lahan yang relatif terjangkau.
Selain itu, perlu adanya harmonisasi aturan antara pusat, provinsi dan daerah untuk mengakselerasi kawasan Rebana.
“Kami optimistis kawasan Rebana akan diminati investor dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami akan bangun kawasan ini secara berkelanjutan agar menjadi kawasan ekonomi hijau dan biru dengan menggunakan energi terbarukan baik dari bayu (angin), air, panas bumi, dan surya. Selain itu, kami juga akan kelola sampah, limbah, dan air,” ucap Helmy.
Dukungan Industri Properti
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) Anhar Sudradjat berpendapat kawasan Rebana akan berkembang pesat dan bahkan melebihi wilayah Bekasi dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.
MTLA atau Metland tengah mengembangkan kawasan hunian dan komersial modern sejak akhir 2024 bernama Metland Kertajati untuk mendukung industri di kawasan Rebana. Kawasan Rebana membutuhkan fasilitas yang tidak hanya mendukung mobilitas dan aktivitas industri, tetapi juga menghidupkan kawasan, kehadiran Metland Kertajati memberikan energi baru bagi pertumbuhan Kawasan Rebana dan menjadi bagian penting dari transformasi wilayah ini menuju pusat ekonomi modern Jawa Barat.
“Kawasan industri berkembang pastinya memerlukan sarana tempat tinggal baik hunian ataupun hotel untuk long stay guest di sekitar kawasan dan Metland Kertajati menjawab kebutuhan tersebut,” tuturnya.
Direktur PT Metropolitan Land Tbk Nitik Hening menambahkan konsep pengembangan Metland Kertajati yang akan dikembangkan dengan konsep new city yang memadukan hunian, pusat komersial, fasilitas publik seperti hotel, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, ruang terbuka hijau hingga jaringan usaha yang saling terintegrasi seluas 310 hektare.
“Nantinya akan ada 24 klaster 4.900 unit rumah dan 1.400 shop house. Tahap pertama seluas 50 hektare dikembangkan hotel, marketing gallery, rumah, ruko rumah sakit, dan sekolah,” terangnya.
Pada tahun ini, Metland menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp40 miliar dan di tahun depan mencapai Rp80 miliar.

Pada tahap awal, Metland Kertajati membuka lahan seluas 4 hektare untuk hunian, rumah kos (rukos), dan ruko dengan nama Sava Terra yang saat ini sudah habis terjual.
“Dulu kami buka harga Rp400 juta hingga Rp1,2 miliar, sekarang sudah terjual habis. Sava Terra ada 250 bangunan dimana 6 unit ruko, 15 unit rukos dan sisanya rumah. Pembelinya ini dari sekitar lingkungan Kertajati yang ingin tinggal di klaster perumahan yang punya fasilitas. Metland Kertajati ini salah satunya perumahan besar yang ada di Kertajati,” ujarnya.
Saat ini, Metland tengah memasarkan Ruko Dharmawangsa untuk menghidupkan area komersial dan sedang mempersiapkan klaster Tanasultan yang merupakan hunian premium harga mulai Rp2,7 miliar dengan ukuran luas tanah 160 meter persegi hingga 256 meter persegi.
“Klaster Tanasultan target pasar masyarakat lokal yang menginginkan peningkatan kualitas hidup melalui hunian yang lebih berkelas tanpa harus pindah jauh dari daerah yang sudah mereka kenal,” katanya.
Metland juga tengah mempersiapkan pembangunan premium outlet di kawasan Kertajati seluas 15 hektare. Premium outlet ini dibangun untuk menarik wisatawan baik dalam negeri maupun asing dan menjadikan sebagai kawasan surga belanja.
“Kami tengah mempersiapkan rencana premium outlet termasuk kerja sama dengan perusahaan apa untuk outlet ini,” ucap Nitik.





