IndonesianForecast, JAKARTA — Bisnis perhotelan di area Serpong terus mengalami perkembangan yang signifikan.
CEO dan Co-Founder Leads Property Hendra Hartono mengatakan persaingan di sektor hotel di daerah Serpong cukup keta. Hal ini karena di lokasi Serpong sendiri, sudah terdapat sekitar 23 jumlah hotel, yang berasal dari segmen bintang 3 sebanyak 11 hotel, bintang 4 sebanyak 10 hotel, dan bintang 5 sebanyak 2 hotel dengan kontribusi masing- masing sebesar 48%, 43% dan 9%.
“Ini termasuk Hotel Harris Gading Serpong dan Novotel BSD yang baru beroperasi. Keduanya berada pada segmen bintang 4. Bila diamati, segmen Bintang 4 hampir menyamai bintang 3 sehingga dapat dikatakan bahwa persaingan di bintang 3 dan 4 tergolong ketat di masing-masing segmen. Sementara itu, untuk segmen bintang 5, jumlahnya masih terbatas sehingga persaingannya masih rendah, hanya ada Tentrem Alam Sutera dan JHL Gading Serpong,” ujarnya kepada IndonesianForecast, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, perkembangan hotel di Serpong mengikuti perkembangan industri di Tangerang serta bisnis komersial di Serpong itu sendiri. Tidak banyak hotel di sekitar kawasan industri dan kawasan pemerintahan di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang sehingga selama ini pengembang lebih melirik peluang bisnis hotel ke arah Serpong khususnya Gading Serpong dan Alam Sutera untuk mengakomodasikan kebutuhan akan business trip.
“Market BSD lebih didorong oleh kegiatan terkait bisnis komersial serta event-event yang diadakan di ICE, di samping kegiatan meeting pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang sebenarnya juga mendorong permintaan,” katanya.
Dia menilai bisnis hotel di Serpong termasuk menguntungkan karena nilai lahan yang lebih rendah sehingga biaya investasinya lebih terjangkau ketimbang di Jakarta. Padahal, harga kamar hotel di Serpong mirip dengan di Jakarta sesuai dengan segmennya masing-masing sehingga menguntungkan bagi pengembang.
Kawasan yang menjadi pesaing bagi Serpong adalah Karawaci, Cikupa dan sekitarnya, serta Bintaro karena secara geografis berdekatan dengan Serpong. Namun, peranan area Serpong masih sangat kuat karena didominasi oleh beberapa pengembang raksasa dengan konsep township yang kuat pula.
“Hotel di Serpong ini untuk staycation kurang cocok karena tipe hotelnya adalah hotel bisnis bukan hotel resort. Kalau sampai orang memilih staycation di hotel bisnis, biasanya hotel bintang 4 atau 5 yang bergabung dengan mall,” tutur Hendra.

SMRA Operasikan Hotel Baru
Sementara itu, President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi berpendapat meskipun tekanan geopolitik memanas, namun kinerja perhotelan akan positif. Hal ini karena fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan pemerintah diyakini memiliki program untuk mengatasi dampak yang terjadi dari kondisi geopolitik.
“Kita harus yakin dan percaya bagaimana pemerintah dunia ini juga mengelola negara ini dengan baik. Jadi kami yakin bisnis hotel tetap bertumbuh tahun ini,” ucapnya.
Bisnis perhotelan menjadi bagian dari investment property dan salah satu pendapatan berulang atau recurring income untuk perusahaan. Adapun porsi recurring income SMRA sebesar 20% dan ditargetkan dapat mencapai 30% ke total pendapatan. Dengan beroperasi Harris Hotel & Convention Serpong, maka akan meningkatkan recurring income perusahaan sebesar 23%.
“Kinerja hotel yang kami miliki Harris Hotel Bekasi, Harris Hotel di Kelapa Gading, dan Movenpick Bali bagus dengan rerata tingkat okupansi sebesar 71%. Dengan mulai beroperasinya Harris Hotel Serpong tentu akan menambah reccuring income kami,” terangnya.
Adapun perusahaan menginvestasi Rp400 miliar dalam pembangunan hotel Harris Hotel & Convention. Kehadiran hotel Harris Hotel & Convention akan menambah fasilitas terbaru khususnya fasilitas penginapan dan Meeting, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) di kawasan Summarecon Serpong yang telah dikembangkan oleh Summarecon sejak tahun 2004.
Menurut Adrianto, kehadiran Harris Hotel & Convention Serpong berperan sebagai infrastruktur pendukung aktivitas bisnis yang akan memperkuat positioning Summarecon Serpong sebagai regional hub, yaitu pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan pertemuan yang melayani kawasan Serpong dan wilayah sekitarnya.
Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa Summarecon Serpong menjadi sebuah kota Terpadu yang semakin matang secara ekonomi dan aktivitas, didukung oleh kelengkapan fasilitas yang terintegrasi. Kehadiran hotel ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap recurring income perusahaan dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Serpong, Tangerang dan sekitarnya.
Director PT Summarecon Agung Tbk Soegianto Nagaria menuturkan Harris Hotel & Convention Serpong menjadi hotel kelima yang akan menambah portofolio bisnis hotel Summarecon. Sejalan dengan pengembangan Kota Terpadu Summarecon Serpong, kehadiran Hotel Harris & Convention Serpong mendukung sinergi dengan pusat perbelanjaan Summarecon Mall Serpong. Dengan konsep lifestyle ecosystem experience akan menciptakan konektivitas seamless antara mal dan hotel sehingga kegiatan retail, lifestyle dan staycation dapat dilakukan di satu tempat tanpa harus berpindah.
“Ke depannya kami juga ada hotel-hotel baru yang akan dibangun dan beroperasi,” ujarnya.
Kolaborasi strategis dengan The Ascott Limited menghadirkan Hotel Harris & Convention Serpong, yang merupakan hotel ketiga dengan brand Harris yang dimiliki Summarecon. Sebelumnya juga telah hadir Hotel Harris & Convention Kelapa Gading di tahun 2010 dan Hotel Harris & Convention Bekasi pada tahun 2015. Peluncuran ini juga menjadi tonggak penting bagi perkembangan merek Harris, sekaligus wujud komitmen dalam menghadirkan pengalaman menginap yang energik serta fasilitas MICE yang dinamis bagi para tamu.
Country Director Brand & Marketing The Ascott Limited Indonesia Irene Janti menuturkan beroperasinya Harris Hotel & Convention Serpong menunjukkan keyakinan terhadap pertumbuhan dinamis Indonesia, khususnya di kawasan urban yang terus berkembang seperti Serpong.
“Banyak hotel yang ada di area Serpong tentu kami akan terus meningkatkan kualitas dan pelayanan. Kami yakin bisa bersaing,” katanya.
Seiring meluasnya kota dan berkembangnya komunitas, kebutuhan akan ruang yang tidak hanya mendukung kegiatan bisnis dan acara berskala besar, tetapi juga menghadirkan keseimbangan antara produktivitas, wellness, dan koneksi sosial semakin meningkat. Properti ini mewujudkan visi tersebut dengan menawarkan lingkungan terintegrasi di mana para tamu dapat bekerja, bertemu, merayakan momen, dan beristirahat, semuanya dalam satu destinasi.
Harris Hotel & Convention Serpong menghadirkan 282 kamar yang dirancang dengan suasana cerah dan kontemporer khas HARRIS, memberikan pengalaman menginap yang segar dan nyaman bagi setiap tamu. Properti ini juga memiliki fasilitas acara yang lengkap, termasuk 1 grand ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang, 3 ballroom, dan 11 meeting room.
General Manager Harris Hotel & Convention Serpong Lut Abader menambahkan hotel ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tamu bisnis maupun leisure dengan aksesibilitas yang mudah dan layanan penuh energi. Pihaknya menargetkan tingkat keterisian hunian atau okupansi kamar hotel Harris Serpong ini dapat mencapai lebih dari 50% di tahun ini
“Dengan fasilitas konvensi yang luas, kamar-kamar yang dirancang dengan cermat dan konsep khas Harris living in balance sebagai inti pengalaman, kami yakin hotel ini akan menjadi destinasi pilihan untuk pertemuan, acara sosial, dan pengalaman menginap berkualitas di Serpong,” ucapnya.
Untuk melengkapi pengalaman menginap, hotel ini juga menyediakan berbagai fasilitas gaya hidup dan kebugaran seperti kids club, gym, spa, serta Lemon Basil & Co, restoran all‑day dining yang menyajikan hidangan khas Pan‑Asia dan spesialisasi buffet‑dining yang menggugah selera. Untuk menikmati pengalaman menginap yang dinamis serta fasilitas konvensi yang komprehensif di jantung Serpong, tamu dapat menikmati harga kamar mulai dari Rp1.500.000 net per kamar per malam, termasuk sarapan untuk 2 orang.






