Indonesianforecast, JAKARTA — Optimisme terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan menyentuh level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.
Untuk diketahui, pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid. IHSG ditutup pada level 8.646,94 pada 30 Desember 2025, menguat 1,62 persen secara month-to-month (mtm) atau 22,13 persen secara year-on-year (yoy).
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2025, IHSG membukukan rekor all-time high sebanyak 24 kali. Adapun level tertinggi IHSG tahun 2025, tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sebesar Rp16.000 triliun pada tanggal yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan optimisme terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diharapkan menyentuh level 10.000 pada tahun ini perlu ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang solid serta peran investor domestik.
“Tentunya, bilamana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan peran investor domestik meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, penting untuk mencermati bahwa pergerakan indeks selain dipengaruhi oleh faktor fundamental emiten dan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik domestik maupun global. Keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan serta pengelolaan risiko yang baik. Adapun dari sisi regulator, pihaknya terus memastikan bahwa pasar berjalan secara teratur, wajar dan efisien.
“Kami juga mendorong terciptanya ekosistem pasar modal yang sehat, berintegritas agar potensi pertumbuhan indeks maupun instrumen lainnya bisa tercapai secara berkelanjutan, bukan hanya karena momentum jangka pendek,” ucapnya.
Pada tahun ini, beberapa kebijakan di pasar saham yang juga perlu menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas emiten melalui penyesuaian aturan batas free float saham serta peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik.
Terkait kebijakan free float, Inarno mengatakan bahwa hal ini merupakan kebijakan pendalaman pasar dengan spektrum jangka panjang sehingga dalam penyusunannya perlu pertimbangan yang matang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk asosiasi hingga investor institusi.
Saat ini, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan free float secara komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek seperti peningkatan likuiditas, perlindungan investor, minat investor, besaran market cap, daya serap pasar, masa transisi yang sesuai, dan upaya menjaga minat korporasi domestik untuk go public.
“Tentunya dengan memperhatikan kondisi dan juga dinamika pasar, kebijakan free float ini rencananya kita terbitkan pada tahun 2026. Tentunya bertahap,” kata Inarno.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan kajian terkait rencana demutualisasi bursa. Salah satu tujuan kajian tersebut adalah untuk memperkuat tata kelola pasar modal serta meningkatkan transparansi dan perlindungan investor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG akan terus melanjutkan tren penguatan pada 2026 usai menembus rekor tertinggi 9.000,54 pada perdagangan Kamis (8/1) pukul 10.05 WIB.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi perekonomian Indonesia. Membaiknya sentimen investor dinilai berdampak langsung pada kinerja perusahaan tercatat di bursa, yang pada akhirnya mendorong kenaikan valuasi pasar.
Dalam tiga bulan terakhir, aliran dana investor baik domestik maupun global, tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia. Perbaikan ini tak terlepas dari dampak program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah selama ini.
“Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global Terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 enggak susah-susah amat,” ucapnya.
Dia mengimbau OJK dapat memberantas praktik penggoreng saham di pasar modal sebelum penerapan demutualisasi bursa efek. Pembenahan tersebut penting dilakukan sebelum melangkah ke perubahan struktur kepemilikan bursa. Kewenangan utama terkait kebijakan tersebut tetap berada di tangan regulator pasar modal.
“Saya belum tahu, bisa ditanyakan ke OJK. Kalau pandangan saya sih, beresin dulu tukang goreng-goreng itu baru demutualisasi,” ujarnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan. Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebutkan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global.
Sentimen pasar juga tertekan oleh sejumlah pernyataan Trump, yang menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan buyback sebelum menyelesaikan keluhannya terhadap industri tersebut.
Dari dalam negeri, pemerintah akan memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026.
Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand, sehingga diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan. Kebijakan ini berpotensi berdampak positif terhadap saham terkait.






