Beranda / Property / Lakon Indonesia Catat Pertumbuhan 30 Persen, Siap Masuki Segmen Premium Lewat HARSA

Lakon Indonesia Catat Pertumbuhan 30 Persen, Siap Masuki Segmen Premium Lewat HARSA

IndonesianForecast, JAKARTA — Memasuki usia kedelapan, Lakon Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis sekitar 30% sepanjang 2026, seiring meningkatnya apresiasi pasar terhadap karya tangan Indonesia yang dikembangkan melalui pendekatan desain modern.

Momentum tersebut menjadi langkah baru bagi fashion house Lakon untuk memperkenalkan koleksi terbarunya bertajuk HARSA, yang akan menutup rangkaian JF3 Fashion Festival 2026 pada 29 Juli mendatang.

Diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan, HARSA menjadi kelanjutan dari perjalanan yang dimulai melalui koleksi Urub dan Pasar Malam. Jika Urub berbicara tentang semangat yang terus menyala dan Pasar Malam merayakan kehidupan serta pertemuan manusia, HARSA mengajak menikmati perjalanan kreatif dengan penuh rasa syukur. Koleksi ini menjadi refleksi bahwa nilai sebuah karya lahir dari waktu, ketekunan, dan dedikasi yang menyertainya.

Pendiri Lakon Indonesia Thresia Mareta mengatakan perjalanan selama delapan tahun membangun Lakon Indonesia mengajarkannya bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai.

“Selama delapan tahun membangun Lakon Indonesia, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya datang ketika sebuah karya selesai. Kebahagiaan justru hadir dalam setiap proses yang kami jalani, ketika berdiskusi, bereksperimen, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga melihat hasilnya yang terus berkembang. Perjalanan itu yang membawa kami hingga hari ini,” ujar Thresia yang juga merupakan Co-Initiator PINTU Incubator dan Advisor JF3 Fashion Festival.

Pemaknaan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam HARSA, yang juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pembatik, pembordir, penjahit, dan seluruh perajin yang berkontribusi di balik setiap koleksi Lakon Indonesia.

“HARSA lahir dari rasa syukur atas perjalanan tersebut. Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kami diingatkan bahwa ada hal-hal yang memang tidak seharusnya dipercepat. Sebuah karya tangan membutuhkan waktu, kesabaran, ketelitian, dan hati. Justru di situlah letak nilainya,” katanya.

Bagi Thresia, HARSA menjadi simbol perayaan atas perjalanan yang dijalani dengan penuh kesadaran dan tujuan. Dia percaya bahwa kebahagiaan lahir dari proses yang dijalani dengan sepenuh hati, dan nilai itulah yang ingin dihadirkan Lakon Indonesia dalam setiap karya yang dikenakan konsumennya.

Koleksi HARSA masih berada di bawah arahan Creative Director Irsan, sekaligus menjadi koleksi kesembilannya bersama Lakon Indonesia. Setelah mengeksplorasi pendekatan streetwear melalui Urub dan Pasar Malam, kali ini Irsan menghadirkan siluet yang lebih lembut, ringan, dan elegan melalui eksplorasi daily wear hingga daily wear deluxe.

Transformasi tersebut diwujudkan melalui permainan proporsi, konstruksi, serta penggunaan material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, dan organza. Batik dan bordir karya tangan Indonesia diolah ke dalam bahasa desain yang lebih modern sehingga menghasilkan koleksi yang ringan, elegan, dan mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Perubahan arah desain ini juga menjadi respons Lakon Indonesia terhadap perkembangan pasar. Seiring meningkatnya minat terhadap koleksi premium yang memiliki karakter dan cerita kuat, Lakon Indonesia terus mengembangkan produknya tanpa meninggalkan identitas sebagai brand yang berakar pada kekayaan wastra Indonesia. Saat ini, koleksinya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau sejumlah negara seperti Swiss, Belanda, Amerika Serikat, China, Singapura, dan Malaysia.

Sebagai penutup JF3 Fashion Festival 2026, HARSA turut merefleksikan tema festival tahun ini, RECRAFTED: Shaping the Future. Koleksi ini menjadi penanda evolusi Lakon Indonesia setelah delapan tahun berkarya yang menghadirkan interpretasi baru atas kekayaan batik dan bordir Indonesia melalui desain yang lebih premium, kontemporer, dan tetap berakar pada nilai craftsmanship yang menjadi identitas brand sejak didirikan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *