IndonesianForecast, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat strategi digitalisasi bisnis perumahan melalui balé by BTN. Bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut mengembangkan Bale Properti sebagai ekosistem digital yang mengintegrasikan proses pencarian hunian dengan layanan pembiayaan, termasuk simulasi hingga pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya BTN menjawab perubahan perilaku calon pembeli rumah, terutama generasi muda yang semakin terbiasa mencari informasi dan melakukan transaksi melalui kanal digital.
SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan Bale Properti memungkinkan masyarakat tidak hanya mencari rumah, tetapi juga mengetahui kemampuan pembiayaan sebelum mengambil keputusan pembelian.
“Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya,” ujarnya dikutip Jumat (11/9/2026).
Melalui Bale Properti, calon nasabah dapat mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR hingga memantau proses pengajuan sampai persetujuan. Kebutuhan setelah membeli rumah, seperti perlengkapan dan furnitur, juga tersedia melalui mitra yang tergabung dalam ekosistem tersebut.
Dari Cari Rumah hingga Hitung Kemampuan Finansial
Menurut Thomas, kebutuhan konsumen dalam membeli rumah kini semakin kompleks. Calon pembeli tidak hanya mempertimbangkan harga dan lokasi, tetapi juga perlu memastikan hunian yang dipilih sesuai dengan kemampuan finansial mereka.
Karena itu, proses pencarian rumah perlu berjalan beriringan dengan perhitungan kemampuan pembiayaan. Sebelum mengambil KPR, calon debitur perlu memperhitungkan sejumlah pengeluaran, mulai dari biaya hidup dan transportasi hingga kemampuan membayar cicilan.
Secara umum, kemampuan cicilan dapat berada di kisaran 30% dari penghasilan. Namun, Thomas menekankan bahwa angka tersebut bukan patokan yang berlaku sama bagi setiap orang karena tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing calon debitur.
Pendekatan tersebut menjadi dasar BTN dalam mengembangkan Bale Properti. Thomas mengatakan perseroan tidak membangun layanan semata-mata berdasarkan produk yang dimiliki, tetapi berangkat dari kebutuhan nasabah.
“Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, Bale Properti diarahkan untuk menjadi bagian dari perjalanan konsumen sejak tahap awal mencari hunian hingga masuk ke tahap pembiayaan.
Bidik Konsumen Digital
Thomas mengatakan digitalisasi menjadi penting untuk menjangkau generasi muda yang semakin terbiasa melakukan berbagai aktivitas secara online.
Meski demikian, BTN tidak sepenuhnya meninggalkan layanan konvensional. Masyarakat tetap dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital atau berkonsultasi secara langsung melalui jaringan kantor cabang dan service center BTN.
“Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center,” jelasnya.
Strategi tersebut memungkinkan calon nasabah memilih kanal sesuai dengan kebutuhannya, sekaligus memperluas akses terhadap informasi pembiayaan rumah.
Penguatan Bale Properti turut ditampilkan BTN dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026 yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta.
Dalam kolaborasi BTN dan Rumah123 tersebut, masyarakat dapat menemukan beragam pilihan hunian, mulai dari rumah baru dan rumah second hingga KPR take over serta rumah lelang.
Bagi BTN, integrasi berbagai pilihan properti dengan layanan pembiayaan menjadi penting untuk memperpendek jarak antara kebutuhan masyarakat mencari rumah dan kemampuan mereka untuk membiayainya.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya ditempatkan sebagai kanal untuk menawarkan produk KPR, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang mendampingi konsumen sejak menentukan pilihan hunian, menghitung kemampuan finansial, mengajukan pembiayaan hingga memantau proses kredit.





