IndonesianForecast, JAKARTA — PT Intiland Development Tbk (DILD) melalui anak usahanya PT Sinar Puspapersada menggandeng PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam pengembangan dan integrasi kawasan berbasis moda transportasi massal.
Emiten berkode DILD berkomitmen mendukung pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) dan integrasi transportasi publik dengan kawasan Jakarta dan kota penyangga. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Penandatanganan Nota Kesepahaman Studi Potensi Kontribusi MRT Lin Timur-Barat Fase 2 (Kembangan-Balaraja) antara PT MRT Jakarta (Perseroda).
Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari penjajakan awal kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan sejumlah pengembang properti swasta dalam rangka mendukung pengembangan dan integrasi kawasan berbasis moda transportasi massal.
Direktur Utama PT Intiland Development Tbk (DILD) Archied Noto Pradono mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal bagi Perseroan mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam pengembangan kawasan properti terpadu di sepanjang jalur MRT Lin Timur Barat (East–West Line) di wilayah Banten khususnya segmen Kembangan–Balaraja.
Kerja sama ini difokuskan pada kajian perencanaan terpadu, termasuk identifikasi potensi penempatan stasiun MRT yang terintegrasi dengan proyek kawasan terpadu Talaga Bestari, serta eksplorasi skema bisnis dan struktur proyek yang berkelanjutan secara jangka panjang. Kolaborasi ini sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan dalam mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Intiland dalam mendukung pengembangan kawasan
TOD yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kami siap berkontribusi sejak tahap perencanaan awal
untuk menciptakan kawasan yang memiliki konektivitas tinggi, nilai jangka panjang, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kota dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan, Rabu (4/2/2026).
Sebagai pengembang properti yang memiliki pengalaman dalam pengembangan TOD, Intiland
memiliki rekam jejak pengembangan proyek yang terintegrasi dengan jaringan MRT Jakarta.
Beberapa di antaranya adalah pusat belanja Poins di Lebak Bulus, perkantoran South Quarter dan
Apartemen SQ Rés di TB Simatupang, perkantoran Intiland Tower Jakarta di Bendungan Hilir, serta
Apartemen Fifty Seven Promenade di kawasan Thamrin.
Selain itu, perseroan juga menjalin kerja sama dengan MRT Jakarta dalam pengembangan kawasan TOD Lebak Bulus melalui pembangunan sky bridge dan transit plaza yang menghubungkan pusat perbelanjaan Poins dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.
Pihaknya meyakini percaya pembangunan jalur MRT Timur Barat (East–West Line) akan memberi dampak signifikan bagi pengembangan kawasan di sepanjang jalur tersebut.
Bagi perseroan, kehadiran jalur MRT akan memberikan nilai tambah secara langsung bagi pengembangan proyek Talaga Bestari di Cikupa, Tangerang sebagai kawasan properti terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi dan infrastruktur regional.
“Kami berharap bisa berkontribusi aktif dalam menghadirkan pengembangan kawasan yang
terintegrasi dengan transportasi publik, meningkatkan aksesibilitas, memperkuat daya saing
kawasan, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi massal yang berkelanjutan bagi
masyarakat,” ucap Archied.
Kawasan Talaga Bestari di Cikupa, Tangerang, memiliki potensi pengembangan yang sangat baik
seiring dengan semakin lengkapnya infrastruktur pendukung di wilayah tersebut. Kawasan ini
didukung oleh akses jalan tol Jakarta–Merak, pintu tol Balaraja Timur, serta kedekatan dengan
jaringan jalan tol Serpong–Bandara yang menghubungkan langsung ke Bandara Internasional
Soekarno-Hatta.
Ke depan, kawasan ini juga akan diperkuat oleh rencana pembangunan jalan tol Serpong–Balaraja dan Balaraja–Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam Nota Kesepahaman ini, pihak-pihak yang terkait akan membentuk joint working group yang bertugas menyusun rencana kerja bersama, mencakup kajian pengembangan jalur MRT Kembangan–Balaraja, interkoneksi, serta integrasi kawasan.






