IndonesianForecast, JAKARTA — Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal dengan D-HUB Special Economic Zone (D-HUB SEZ) menargetkan investasi yang masuk pada tahun ini dapat mencapai Rp500 miliar.
Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty mengatakan KEK ETKI Banten atau dikenal sebagai D-HUB SEZ memiliki fokus pada empat sektor strategis yakni pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.
Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau yang dikenal dengan D-HUB Special Economic Zone (D-HUB SEZ) akan berfokus pada sektor kesehatan dan pendidikan di tahun ini.
“Tahun ini sektor yang masih kita coba fokuskan sektor kesehatan mengingat sektor kesehatan secara benefit memang paling maksimal diberikan oleh pemerintah. Kemudian juga sektor pendidikan. Jadi tahun ini kita berharap untuk semua tenant di gedung Biomedical Campus sudah bisa beroperasi. Kami memang masih berdiskusi dengan beberapa mitra untuk rumah sakit internasional,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Dia menuturkan fokus sektor pendidikan pada tahun ini juga karena dapat memenuhi harapan dari pemerintah untuk bisa membawa 10 universitas asing ke Indonesia. Salah satu lokasi yakni KEK karena memiliki benefit untuk mendukung target tersebut.
KEK ETKI Banten diresmikan 7 Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 sebagai satu-satunya KEK di wilayah Jabodetabek. Sementara sektor kesehatan menjadi fokus utamanya, KEK ETKI Banten juga mengembangkan 3 sektor bernilai tinggi lainnya pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif menjadikan BSD City sebagai pusat strategis untuk peluang nasional dan global.
“Secara investasi kita sudah mengumpulkan investasi Rp1,19 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 830 orang pada 2025 dengan target jangka panjang KEK itu di Rp18,8 triliun sampai dengan 20 tahun ke depan. Saat ini yang sudah masuk di KEK ETKI ada 15 investasi, 10 lainnya masih dalam proses,” katanya.
Menurutnya, Indonesia dengan 280 juta jiwa dan 70% usia produktif berpotensi mendorong industri bernilai tinggi, pertumbuhan berkelanjutan, dan daya saing global.
Salah satu potensi signifikan adalah sektor kesehatan di mana lebih dari 2 juta warga Indonesia menghabiskan sekitar US$11,5 miliar per tahun untuk berobat ke luar negeri dengan lebih dari 75% berasal dari kelas menengah ke atas. Arus keluar devisa ini menandai kesenjangan dan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan layanan kesehatan kelas dunia lebih dekat dengan masyarakat.
KEK ETKI Banten juga mengembangkan tiga sektor bernilai tinggi lainnya pendidikan, teknologi digital, dan ekonomi kreatif, menjadikan BSD City pusat strategis untuk peluang nasional dan global.
BSD City menyediakan 60 hektare khusus untuk KEK ETKI Banten. Berlokasi 30 menit dari Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta, kawasan ini diproyeksikan menciptakan 13.000 lapangan kerja baru bagi lebih dari 32 juta masyarakat Jabodetabek, sekaligus berdampak nasional.
Selain infrastruktur modern, kawasan ini memberikan berbagai kemudahan fasilitas investasi bagi investor global, meliputi insentif fiskal termasuk tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, pajak barang mewah, bea masuk, dan cukai, serta insentif non-fiskal meliputi perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja, hingga tata ruang yang mendukung.
“KEK ETKI Banten didesain tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi membangun SDM unggul, ekosistem terintegrasi dan berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi Indonesia menuju knowledge-based economy. Kehadirannya juga melengkapi ekosistem mega township BSD City yang sudah mapan, sekaligus mendorong pertumbuhan properti yang lebih resilient karena ditopang aktivitas ekonomi nyata,” ucapnya.
Dengan dukungan fasilitas fiskal dan non fiskal serta kemitraan strategis jangka panjang, kami harap kawasan ini dapat meningkatkan daya saing nasional, memperkuat pusat riset dan inovasi, serta mengurangi capital outflow untuk pendidikan dan layanan kesehatan ke luar negeri.
Dia menilai KEK ETKI ini berdampak besar bagi penjualan residensial Sinar Mas Land terutama BSD City. Namun besaran penjualan residensial ini belum dikalkulasikan oleh perusahaan.
“Tentu dengan adanya D-HUB SEZ ini berdampak pada minat tinggal di BSD CIty. Namun besarannya berapa ke penjualan belum kami lakukan penghitungan,” tutur Lindawaty.






