IndonesianForecast, JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) kembali memperkuat perannya dalam pembangunan perkotaan dengan menyalurkan pembiayaan hingga Rp885,85 miliar kepada Pemerintah Kota Surabaya.
Pembiayaan ini difokuskan pada proyek strategis pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan
pelebaran Jalan Wiyung–Menganti yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menyampaikan bahwa pembiayaan ini merupakan bagian dari pendekatan strategis Perseroan dalam mendukung kota-kota besar menghadapi tantangan urbanisasi.
Dua proyek ini memiliki peran penting dalam memperbaiki sistem transportasi Surabaya. Pembangunan jalan lingkar luar barat akan membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata sehingga mengurangi beban pada jalan utama.
Sementara itu, pelebaran Jalan Wiyung–Menganti ditujukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan di salah satu koridor dengan intensitas lalu lintas tinggi. Dua proyek tersebut merupakan bagian dari 7 proyek
infrastruktur perkotaan Surabaya pada periode 2026-2027. Untuk itu Pemkot Surabaya mengajukan rencana pembiayaan infrastruktur dengan total kebutuhan pendanaan sekitar Rp3,16 triliun.
“Kami melihat kebutuhan infrastruktur perkotaan semakin mendesak, terutama dalam mengatasi kemacetan yang berdampak langsung pada produktivitas. Proyek ini akan secara langsung mengurangi bottleneck lalu lintas di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik kota yang menjadi pusat ekonomi Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Oleh karena itu, pembiayaan ini diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien
dan mendukung aktivitas ekonomi kota.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menuturkan penguatan konektivitas menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kota di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis, sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya. Proyek ini nantinya akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Selain memberikan solusi terhadap persoalan transportasi, proyek ini juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Dengan adanya dukungan pembiayaan SMI, belanja modal diproyeksikan meningkat hingga 40,81% dari tahun 2025 ke 2026. Peningkatan ini berpotensi mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) hingga Rp29,79 triliun, dengan kontribusi pembiayaan SMI diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun.
Dari sisi manfaat langsung, pembangunan ini diharapkan mampu menekan biaya operasional kendaraan, mengurangi waktu tempuh perjalanan, dan meningkatkan keselamatan transportasi.
Secara lebih luas, proyek ini juga akan memperkuat aksesibilitas dan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kota Surabaya.
Sebagai Development Finance Institution (DFI), PT SMI terus menghadirkan pembiayaan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Hingga Februari 2026, komitmen pembiayaan PT SMI kepada pemerintah daerah telah mencapai Rp37,08 triliun, dengan outstanding sebesar Rp14,90 triliun. Dukungan terhadap Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi bagian dari komitmen PT SMI dalam mendorong kota-kota di Indonesia menjadi lebih efisien, terhubung, dan berdaya saing tinggi.






