IndonesianForecast, JAKARTA — Sulawesi Utara memiliki daya tarik wisata yang lebih luas dari Bunaken dan Kota Manado. Di kawasan pegunungannya, Tomohon menawarkan panorama alam, udara sejuk, kuliner khas, serta kekayaan budaya Minahasa yang kini diperkenalkan melalui pendekatan berbeda, yakni festival musik.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Tomohon Jazz Festival 2026 yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Taman Kelong, Metland Marron Hotel Tomohon. Mengambil latar Gunung Lokon, festival ini memadukan pertunjukan musisi nasional dengan wisata alam, kuliner lokal, kesenian tradisional, dan aktivitas keluarga.
Penyelenggaraan festival perdana ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan Tomohon sebagai destinasi wisata di Sulawesi Utara. Musik dipilih sebagai medium untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus mengajak pengunjung mengenal potensi daerah di luar destinasi yang selama ini lebih populer.
Direktur PT Metropolitan Karyadeka Tomohon Wahyu Sulistio mengatakan Tomohon memiliki potensi wisata yang perlu diperkenalkan kepada khalayak lebih luas melalui kegiatan yang mampu menjangkau beragam kalangan.
“Lewat Tomohon Jazz Festival, kami ingin mengenalkan Kota Tomohon melalui musik, bahasa universal yang kami yakin dapat diterima hangat oleh semua orang,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (23/10/2026).
Festival ini sekaligus menjadi momentum pengenalan Metland Marron Hotel Tomohon, hotel bintang empat pertama di Kota Tomohon yang dikembangkan melalui kolaborasi Karyadeka Group dan Metland Group.
Direktur Utama PT Metropolitan Karyadeka Tomohon Anhar Sudradjat menuturkan kehadiran perusahaan di Tomohon diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan kota, termasuk melalui kegiatan yang membantu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat.
Direktur PT Metropolitan Karyadeka Tomohon Solidi Silvester Korompis menambahkan bahwa keindahan alam pegunungan dan kekayaan kuliner Tomohon dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Utara.
Menurutnya, pengembangan pariwisata Tomohon dapat melengkapi pengalaman wisatawan yang selama ini lebih banyak mengenal kawasan Bunaken dan Manado.
Tomohon Jazz Festival 2026 menghadirkan sejumlah musisi nasional, antara lain Kahitna, Maliq & D’Essentials, Andien, Kunto Aji, Ardhito Pramono, Nadin Amizah, Rony Parulian, Idgitaf, dan Wizz Baker. Festival ini juga menampilkan LS Band, Ever Salikara, Donfree, Kaban, serta Jarvvv.
Namun, daya tarik acara tidak hanya bertumpu pada penampilan para musisi. Penyelenggara turut menyiapkan rangkaian kegiatan yang dirancang agar pengunjung dapat menikmati pengalaman berbeda selama berada di lokasi festival.
Aktivitas tersebut mencakup Kumpul Bocah powered by Titik Tumbuh, lokakarya Bloom and Create, Jeda Tawa, Pojok Interaktif, dan Denyut Minahasa. Pengunjung juga dapat mengikuti Mat Pilates pada hari pertama serta Hatha Yoga pada hari kedua bersama Pilates & Yoga Manado.
Sementara itu, program Taste of Tomohon menjadi ruang untuk memperkenalkan kuliner lokal kepada pengunjung. Pertunjukan Kolintang Ansambel turut melengkapi rangkaian acara dengan menghadirkan kesenian tradisional Minahasa di tengah festival musik modern.
Direktur Utama Rajawali Indonesia Tovic Raharja mengatakan festival ini dirancang untuk dapat dinikmati lintas generasi. Perpaduan musik, aktivitas keluarga, dan unsur budaya diharapkan menciptakan ruang pertemuan yang dapat dinikmati oleh berbagai kelompok pengunjung.
Pendekatan tersebut menempatkan festival bukan hanya sebagai agenda hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan karakter lokal Tomohon kepada wisatawan.
Selain musik dan budaya, Tomohon Jazz Festival 2026 turut membawa pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Penyelenggara bekerja sama dengan Yayasan Masarang untuk menjalankan inisiatif less waste event, yang mendorong pengunjung lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah selama acara.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Masarang Aulia Reinozha Akbar berharap festival dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, termasuk dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan dan tidak meninggalkannya di area acara.
Dari sisi seni visual, festival melibatkan Djayanti Aprilia sebagai commissioned artist. Karya yang dihadirkannya mengangkat identitas Kota Tomohon melalui pendekatan visual yang cerah dan ekspresif.
Keterlibatan seniman dan organisasi lingkungan memperluas unsur yang ditawarkan festival, dengan menggabungkan hiburan, ekspresi budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu kegiatan.
Melalui Tomohon Jazz Festival 2026, penyelenggara berharap potensi wisata Tomohon semakin dikenal masyarakat luas. Panorama pegunungan, kuliner khas, dan budaya Minahasa menjadi modal yang dapat melengkapi pilihan destinasi wisata di Sulawesi Utara.
Tiket Tomohon Jazz Festival 2026 tersedia melalui platform FASTicket. Informasi mengenai jadwal penampilan dan rangkaian kegiatan dapat diakses melalui akun Instagram resmi @tomohonjazz.






