Beranda / Property / Nuanu Real Estate Tawarkan Investasi Properti dengan Skema Hak Sewa 25 Tahun melalui Ecoverse

Nuanu Real Estate Tawarkan Investasi Properti dengan Skema Hak Sewa 25 Tahun melalui Ecoverse

IndonesianForecast, JAKARTA — Nuanu Real Estate resmi mengoperasikan Ecoverse pada 12 Agustus 2026 setelah menyelesaikan pembangunan proyek hunian yang dikembangkan oleh NPG di kawasan Nuanu Creative City, Bali. Berbeda dengan proyek hunian konvensional, Ecoverse menggabungkan skema hak sewa jangka panjang, pengelolaan profesional, dan program penyewaan yang memungkinkan pemilik memanfaatkan asetnya segera setelah proses serah terima.

Peresmian Ecoverse ditandai dengan upacara adat Bali Melaspas sebagai simbol selesainya pembangunan sekaligus dimulainya tahap operasional. Dengan beroperasinya proyek tersebut, pemilik, penghuni, dan tamu kini dapat menempati unit untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Seluruh operasional sehari-hari dikelola oleh OXO Hospitality Management.

Pembukaan Ecoverse dilakukan di tengah meningkatnya minat terhadap Bali, baik dari wisatawan internasional maupun domestik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Bali mencatat 6.948.754 kunjungan wisatawan mancanegara secara langsung pada 2025 atau meningkat 9,72% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah wisatawan domestik mencapai sekitar 9,3 juta orang.

Peningkatan mobilitas wisatawan tersebut turut mengubah preferensi pasar properti di Bali. Wisatawan dan investor tidak lagi hanya mencari tempat untuk berlibur atau memiliki properti sebagai aset, tetapi mulai mempertimbangkan hunian yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan dalam satu kawasan, mulai dari tempat tinggal, bekerja, bersosialisasi, hingga menikmati waktu luang.

Ecoverse hadir untuk menjawab perubahan tersebut dengan memadukan hunian modern, layanan hospitality yang dikelola secara profesional, serta akses yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas dan aktivitas di Nuanu Creative City.

CEO Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan, tetapi juga oleh kemampuannya dalam mendukung kehidupan penghuninya.

“Pada akhirnya, sebuah kota tidak dinilai dari bagaimana tampilannya di atas masterplan, tetapi dari seberapa baik kawasan tersebut berfungsi ketika orang mulai tinggal di dalamnya,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, kehadiran Ecoverse menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan Nuanu sebagai kawasan yang mampu mendorong masyarakat untuk menetap, berinteraksi, dan menjadi bagian dari sebuah komunitas.

“Seiring semakin banyak penghuni menjadikan Nuanu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, fokus kami adalah membangun sebuah lingkungan yang tidak hanya menarik pada kesan pertama, tetapi juga memiliki alasan bagi orang untuk menetap, berpartisipasi, membangun hubungan, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang terus berkembang di sekeliling mereka. Bagi kami, inilah yang mengubah sebuah pengembangan menjadi sebuah kota,” katanya.

Mengusung konsep eco-friendly luxury living, Ecoverse terdiri atas 51 unit hunian yang mencakup 29 suite, enam apartemen dengan pilihan satu dan dua kamar tidur, serta 16 townhouse dengan pilihan dua, tiga, dan empat kamar tidur. Seluruh unit diserahkan dalam kondisi fully furnished sehingga dapat langsung ditempati.

Dari sisi teknologi dan keberlanjutan, Ecoverse dilengkapi dengan sistem engineering dan utilitas terpusat, teknologi smart home, sistem pemanenan air hujan, pengolahan air limbah, penyaringan air minum, serta sistem pengelolaan dan daur ulang sampah yang terintegrasi. Berbagai fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung pengalaman tinggal yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

Salah satu aspek yang menjadi daya tarik proyek ini adalah skema kepemilikan yang ditawarkan. Ecoverse menggunakan skema hak sewa selama 25 tahun yang dilengkapi dengan jaminan struktur bangunan selama masa sewa. Pemilik juga memperoleh hak prioritas yang dijamin untuk memperpanjang masa sewa selama 30 tahun berikutnya.

Nuanu Real Estate menilai bahwa nilai sebuah properti tidak hanya ditentukan oleh desain dan proses penjualan, tetapi juga oleh pengelolaan aset setelah pembangunan selesai.

Direktur Nuanu Real Estate Anastasia Sinberg mengatakan hubungan dengan pemilik justru dimulai setelah transaksi dilakukan.

“Dalam industri properti, hubungan terpenting dengan pemilik justru dimulai setelah proses penjualan selesai. Sebuah proyek mungkin terlihat menarik di atas kertas, tetapi nilai sebenarnya dibuktikan melalui bagaimana properti tersebut diserahkan, dikelola, dan memberikan pengalaman kepemilikan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurut dia, Ecoverse telah memasuki tahap operasional penuh sehingga pemilik tidak hanya menerima aset yang telah selesai dibangun, tetapi juga dapat langsung memanfaatkannya.

“Dengan Ecoverse yang kini telah beroperasi sepenuhnya, pemilik tidak hanya mendapatkan hunian yang telah selesai dibangun, tetapi juga sebuah aset yang dapat langsung dihuni, dikelola secara profesional, atau dimasukkan ke dalam program rental sejak hari pertama,” katanya.

Dia menambahkan, pembukaan Ecoverse menandai fase terpenting dalam pengembangan properti, yakni menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi tamu sekaligus memberikan hasil yang optimal bagi investor.

Selain digunakan sebagai hunian pribadi, pemilik dapat memasukkan unit mereka ke dalam program penyewaan yang dikelola secara eksklusif oleh OXO Hospitality Management. Pengelola bertanggung jawab atas pemeliharaan properti, layanan kebersihan, layanan penghuni, komunikasi dengan tamu, serta pengelolaan masa tinggal jangka pendek maupun jangka panjang.

Dengan skema tersebut, pemilik dapat memanfaatkan potensi pendapatan dari sektor penyewaan tanpa harus terlibat secara langsung dalam operasional properti sehari-hari.

CEO OXO Hospitality Management Diana Akchurina mengatakan Bali membutuhkan pendekatan baru dalam pengembangan properti.

“Orang-orang telah datang ke Bali sejak lama untuk mengubah sesuatu dalam hidup mereka. Yang selama ini belum ada adalah sebuah tempat yang dibangun untuk benar-benar menanggapi niat tersebut dengan serius,” ujarnya.

Menurut dia, Bali tidak membutuhkan lebih banyak hotel, melainkan konsep hunian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.

“Bali tidak membutuhkan hotel lagi; Bali membutuhkan jawaban yang lebih baik tentang bagaimana orang benar-benar hidup di sini saat ini,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa Ecoverse dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan tamu yang tinggal selama beberapa hari, beberapa minggu, hingga beberapa bulan.

“Para tamu datang untuk beberapa hari, satu minggu, atau satu bulan, dan Ecoverse dirancang tepat untuk itu. Di Ecoverse, perbedaannya terletak pada detail, mulai dari cara tamu disambut, kecepatan respons tim, perawatan setiap hunian, hingga konsistensi layanan yang diberikan,” ujarnya.

Untuk menunjang aktivitas penghuni dan tamu, Ecoverse menyediakan berbagai fasilitas, seperti kolam renang sepanjang 25 meter, pusat kebugaran, restoran, ruang kerja, serta area parkir bawah tanah yang dilengkapi dengan stasiun pengisian daya kendaraan listrik.

Layanan electric buggy juga disediakan untuk menghubungkan kawasan hunian dengan berbagai fasilitas di Nuanu Creative City, termasuk pusat pendidikan, kuliner, kebugaran, budaya, kreativitas, dan gaya hidup.

Aspek keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan proyek tersebut. Setiap unit dilengkapi dengan detektor asap, panas, dan kebakaran, alarm otomatis, serta sistem sprinkler untuk meningkatkan perlindungan bagi pemilik, penghuni, maupun tamu.

Dengan dimulainya operasional Ecoverse, pemilik dapat mulai menggunakan unit mereka, penghuni dapat langsung menempati hunian yang telah dilengkapi perabot, sementara tamu dapat melakukan pemesanan untuk masa tinggal jangka pendek maupun jangka panjang di kawasan Nuanu Creative City.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *