IndonesianForecast, JAKARTA — Pusat perbelanjaan kini tidak lagi hanya mengandalkan aktivitas belanja sebagai daya tarik. Seiring perubahan perilaku konsumen, mal mulai memperluas fungsinya menjadi ruang berkumpul, hiburan, edukasi, hingga interaksi komunitas.
Tren tersebut turut terlihat di Living World Grand Wisata Bekasi. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, pusat perbelanjaan tersebut menghadirkan Gebyar Merdeka Nusantara pada 21–25 Agustus 2026 sebagai bagian dari tema periode “Harmoni Indonesia”.
Berkolaborasi dengan Korem 051/Wijayakarta, kegiatan tersebut menggabungkan edukasi pertahanan, budaya, UMKM, dan hiburan dalam satu rangkaian acara.
Salah satu daya tarik utama adalah pameran berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan perlengkapan militer milik TNI Angkatan Darat. Masyarakat dapat melihat secara langsung sejumlah kendaraan dan teknologi pertahanan, antara lain Rantis Anoa Pindad, Anoa Ambulance, Rantis P6-Atav, Rantis Komodo, Rudal Propad, serta Meriam 23mm Zur.
Kehadiran alutsista di dalam area pusat perbelanjaan memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung, terutama keluarga dan anak-anak. Selain melihat langsung teknologi pertahanan, pengunjung juga dapat mengikuti Anoa Joyride sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Group Director Property & Hospitality Kawan Lama Group Alim Gunadi Sukanto mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Living World Grand Wisata menghadirkan pengalaman yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi.
“Sebagai pusat gaya hidup di kawasan Bekasi, Living World Grand Wisata berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi masyarakat. Melalui Gebyar Merdeka Nusantara, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekuatan pertahanan Indonesia sekaligus menikmati keberagaman budaya Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (25/8/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan Korem 051/Wijayakarta menjadi momentum untuk memperkenalkan karya dan kemampuan anak bangsa sekaligus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan.
“Kami berharap Living World Grand Wisata Bekasi dapat menjadi ruang berkumpul, belajar, sekaligus merayakan kemerdekaan bersama, serta terus memperkuat perannya sebagai pusat komunitas dan destinasi gaya hidup keluarga di kawasan Bekasi,” katanya.
Selain alutsista, Gebyar Merdeka Nusantara menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Pengunjung dapat menyaksikan Tari Merak dan Sirih Kuning Kontemporer, Ondel-Ondel dan Tanjidor, pertunjukan Sisingaan, serta tari tradisional dari sanggar Kabupaten Bekasi.
Rangkaian tersebut juga dilengkapi dengan Angklung Percussion. Pada penutupan acara 25 Agustus 2026, Living World Grand Wisata menghadirkan pertunjukan Reog Ponorogo dari Jawa Timur.
Pameran UMKM juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Kehadiran pelaku usaha lokal tersebut memperluas fungsi acara dari sekadar hiburan menjadi ruang interaksi antara masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai komunitas.
Dengan kombinasi tersebut, Living World Grand Wisata mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi pengunjung. Pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat untuk mengakses tenant, tetapi juga menjadi ruang untuk menikmati pertunjukan, mengenal budaya, mengikuti aktivitas komunitas, dan mendapatkan pengalaman baru.
Perkuat Posisi sebagai Lifestyle Destination
Sejak diresmikan pada 22 Februari 2025, Living World Grand Wisata mengusung konsep sebagai destinasi gaya hidup bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya.
Pusat perbelanjaan tersebut membawa konsep bangunan dengan nuansa alam yang menonjolkan unsur air, sungai, serta warna biru batik indigo. Konsep tersebut diwujudkan melalui kehadiran air mancur, dominasi warna biru pada interior, khususnya di area Lower Ground, serta berbagai ornamen ikonik di dalam mal.
Living World Grand Wisata juga menghadirkan berbagai tenant lokal dan internasional dengan konsep “Home Living, Lifestyle & Eat-ertainment”. Konsep tersebut mencakup kebutuhan rumah tangga, gaya hidup, kuliner, hingga hiburan.
Pengembangan aktivitas berbasis komunitas menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi tersebut. Dengan menghadirkan program yang menggabungkan edukasi, budaya, hiburan, dan aktivitas keluarga, pusat perbelanjaan dapat menciptakan alasan tambahan bagi masyarakat untuk datang selain berbelanja.
Dari sisi lokasi, Living World Grand Wisata berada di kawasan township modern Grand Wisata dan dapat diakses melalui Gerbang Tol Tambun KM 21 ruas Tol Jakarta-Cikampek serta Gerbang Tol Setu Utara KM 26 ruas Tol Cimanggis-Cibitung.
Lokasi tersebut memberikan akses ke kawasan Bekasi, koridor timur Jakarta, hingga pusat Jakarta dan sekitarnya. Dari Living World Grand Wisata, perjalanan menuju Jakarta disebut sekitar 15 menit, sekitar 10 menit menuju Stasiun LRT Jatimulya, sekitar 20 menit menuju Stasiun KCIC atau Whoosh di kawasan Halim Perdanakusuma, serta sekitar 45 menit menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Di tengah perubahan fungsi pusat perbelanjaan, keberadaan aktivitas seperti Gebyar Merdeka Nusantara menunjukkan bagaimana mal dapat memperluas perannya sebagai ruang publik dan community hub. Bagi pengelola, semakin beragam pengalaman yang ditawarkan, semakin besar pula peluang pusat perbelanjaan untuk membangun keterikatan dengan masyarakat di kawasan sekitarnya.






