IndonesianForecast, JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat struktur keuangannya di tengah persaingan industri semen domestik yang semakin kompetitif. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kewajiban keuangan perseroan turun Rp2,3 triliun seiring dengan pelunasan sejumlah obligasi.
Perbaikan struktur keuangan tersebut beriringan dengan pertumbuhan volume penjualan. Pada semester I 2026, SIG mencatatkan volume total penjualan sebesar 18,28 juta ton, naik 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,31 juta ton.
Kinerja tersebut turut menopang kepercayaan lembaga pemeringkat. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali mempertahankan peringkat idAAA dengan prospek Stabil untuk SIG pada Agustus 2026.
Peringkat tertinggi Pefindo tersebut telah disematkan kepada SIG sejak 2024. Peringkat idAAA mencerminkan kemampuan emiten yang dinilai sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, sekaligus merefleksikan kondisi keuangan yang sehat, posisi SIG sebagai industri strategis pendukung pembangunan nasional, dan kekuatan pasar sebagai pemimpin industri semen.
Pefindo juga kembali mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri B yang diterbitkan SIG.
Penguatan struktur keuangan SIG tidak terlepas dari strategi perseroan dalam mengelola kewajiban. SIG sebelumnya telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A pada November 2025 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B pada Mei 2026.
Pelunasan tersebut membuat kewajiban keuangan perseroan turun Rp2,3 triliun selama periode Januari hingga Juli 2026. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan deleveraging SIG dan berdampak pada penurunan liabilitas berbunga serta beban keuangan.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, keberhasilan perseroan mempertahankan peringkat idAAA selama tiga tahun berturut-turut merupakan pengakuan atas kemampuan SIG dalam menjaga kinerja tetap positif.
“Peringkat idAAA semakin memperkuat kredibilitas SIG dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Perusahaan, serta mendorong peningkatan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi motivasi bagi SIG untuk terus meningkatkan kapabilitas dalam menghadirkan inovasi produk dan layanan berkualitas untuk mendukung beragam kebutuhan pembangunan.
Di tengah kondisi pasar semen domestik yang kompetitif, SIG menjalankan transformasi bisnis dengan berfokus pada tiga strategi utama.
Ketiga strategi tersebut meliputi peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya melalui operational excellence, serta optimalisasi produk turunan dan portofolio.
Dari sisi pasar, SIG berupaya mengamankan penjualan dan pendapatan domestik melalui transformasi model bisnis. Perseroan memperkuat segmen penjualan ritel yang selama ini berkontribusi sekitar 70% terhadap total pendapatan.
Penguatan tersebut dilakukan dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan.
Strategi tersebut menjadi salah satu upaya SIG menjaga pertumbuhan volume penjualan di tengah persaingan pasar semen. Hingga semester I 2026, total volume penjualan SIG mencapai 18,28 juta ton.
Angka tersebut meningkat 5,6% secara tahunan dari 17,31 juta ton pada semester I 2025.
Efisiensi Produksi Jadi Strategi
Selain mengejar pertumbuhan penjualan, SIG juga memperkuat efisiensi melalui peningkatan operational excellence. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam kegiatan produksi.
Perseroan menggunakan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, serta sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, tetapi juga menjadi bagian dari upaya SIG dalam mendukung pelestarian lingkungan dan dekarbonisasi.
Efisiensi proses produksi juga didukung digitalisasi di pabrik-pabrik SIG. Perseroan memanfaatkan teknologi machine learning, big data, dan artificial intelligence untuk melakukan optimasi proses produksi, meningkatkan produktivitas, dan mencapai efisiensi penggunaan energi.
SIG juga mengembangkan sumber energi baru terbarukan untuk mempercepat dekarbonisasi. Salah satunya melalui instalasi panel surya pada sejumlah unit operasional.
Selain itu, perseroan mengoptimalkan pemanfaatan gas panas buang dari proses produksi semen melalui Waste Heat Recovery Power Generation.
Langkah efisiensi dan dekarbonisasi tersebut menjadi bagian dari strategi SIG untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan operasional di tengah tekanan industri semen.
Indrieffouny mengatakan SIG akan terus menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan ketahanan keuangan perseroan.
“SIG berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan untuk menjaga ketahanan keuangan sehingga dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Indrieffouny.






