Beranda / Property / Segmen Menengah Jadi Incaran, Alam Sutera Bidik Transaksi Rp300 Miliar di Expo 2026

Segmen Menengah Jadi Incaran, Alam Sutera Bidik Transaksi Rp300 Miliar di Expo 2026

IndonesianForecast, JAKARTA — Segmen menengah masih menunjukkan daya tarik di pasar properti Jabodetabek. Hal ini tercermin dari tingginya minat terhadap hunian dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar dalam gelaran Alam Sutera Group Expo 2026.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menargetkan transaksi sekitar Rp300 miliar selama enam hari penyelenggaraan expo yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat. Hingga Selasa (8/9), nilai transaksi yang telah tercatat mencapai sekitar Rp160 miliar.

Sales & Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan akselerasi penjualan sejak hari pertama pameran. Target transaksi Rp300 miliar hingga akhir penyelenggaraan dinilai masih realistis, terutama dengan dukungan mitra perbankan dalam mempercepat proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

“Saya ingin paling tidak ada ratusan miliar yang bisa kita tarik. Untuk itu kami butuh sekali dukungan dari perbankan untuk pemrosesan yang baik dan harapannya target tersebut tercapai,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (10/9/2026).

Corporate Strategic Marketing Division Head Alam Sutera Group Stephanus mengatakan hunian pada rentang Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati konsumen selama expo.

Menurut dia, mayoritas pembeli berasal dari kalangan karyawan swasta, dengan generasi milenial menjadi salah satu kelompok konsumen utama. Bagi kelompok tersebut, properti tidak hanya dipertimbangkan sebagai tempat tinggal pertama, tetapi juga sebagai instrumen investasi.

“Strategi kami yang membidik segmen menengah dengan harga Rp1 miliar–Rp2,5 miliar melalui skema KPR bunga rendah dan insentif langsung diharapkan mampu mengakselerasi transaksi di tengah dinamika pasar tersebut,” ujar Stephanus.

KPR Jadi Pengungkit Daya Beli

Untuk memperkuat daya beli konsumen, Alam Sutera Group menggandeng enam bank nasional, yakni BCA, Bank Mandiri, BSI, CIMB Niaga, BRI dan Bank Danamon.

Sejumlah bank tersebut menawarkan skema pembiayaan khusus selama expo, termasuk bunga tetap mulai 2,75% untuk tenor tiga tahun dan 3,3% untuk tenor lima tahun. Konsumen juga berkesempatan memperoleh pembebasan biaya administrasi dan provisi sesuai ketentuan masing-masing bank.

Selain itu, Bank Special Day bersama BRI dan Bank Danamon akan digelar pada 11–12 September 2026 untuk memberikan pilihan pembiayaan kepada calon pembeli.

Stephanus mengatakan skema bunga tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu konsumen memperhitungkan kemampuan mencicil sebelum mengambil keputusan pembelian.

Di sisi lain, pengembang juga memberikan sejumlah insentif untuk mendorong keputusan pembelian, berupa diskon hingga 20% untuk unit tertentu serta tambahan cashback hingga 5% pada sejumlah proyek.

Data Bank Indonesia menunjukkan penjualan rumah tipe kecil dan besar menjadi pendorong utama perbaikan pasar properti pada kuartal II 2026, sementara segmen menengah masih relatif terbatas. Kondisi tersebut menjadi ruang bagi pengembang untuk menangkap permintaan konsumen melalui produk dan skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan daya beli.

Alam Sutera Group Expo 2026 digelar sebagai bagian dari peringatan 32 tahun perjalanan Alam Sutera Group dengan mengusung tema “The Garden of Opportunities”.

Expo tersebut menawarkan beragam produk properti dengan rentang harga mulai sekitar Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah. Produk yang dipasarkan mencakup hunian tapak, apartemen hingga proyek komersial.

Lilia mengatakan penyelenggaraan expo diharapkan tidak hanya mendorong transaksi, tetapi juga memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang sedang mencari hunian maupun mempertimbangkan properti sebagai investasi.

Dengan masih kuatnya minat terhadap hunian di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar, Alam Sutera Group melihat segmen menengah sebagai salah satu pasar yang berpotensi terus digarap, terutama dengan dukungan pembiayaan yang dapat membuat kepemilikan properti lebih terjangkau bagi calon pembeli.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *