Beranda / Property / Menara Astra Terapkan AI untuk Optimalkan HVAC, Targetkan Penghematan Energi hingga 20%

Menara Astra Terapkan AI untuk Optimalkan HVAC, Targetkan Penghematan Energi hingga 20%

IndonesianForecast, JAKARTA — Menara Astra, bagian dari Astra Property, mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) di gedungnya. Teknologi yang dikembangkan BTune tersebut menjadi implementasi pertama solusi optimisasi HVAC otomatis pada gedung komersial di Jakarta.

Penerapan teknologi ini dilakukan melalui kerja sama Menara Astra dengan Colliers Indonesia. Perjanjian ditandatangani di Menara Astra pada Senin (28/9), dengan Colliers memperkenalkan BTune sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi energi pada bangunan komersial.

Sistem BTune terhubung dengan Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS) yang telah tersedia di Menara Astra. Teknologi berbasis AI tersebut kemudian melakukan pemantauan dan penyesuaian pengendalian HVAC secara real-time berdasarkan kondisi operasional gedung.

Langkah ini menyasar sistem HVAC yang menjadi salah satu komponen utama dalam konsumsi energi gedung. Adopsi teknologi optimisasi terbaru disebut memiliki potensi mengurangi konsumsi energi gedung sekitar 20%-30%, tergantung pada kondisi dan karakteristik masing-masing bangunan.

President Director PT Menara Astra Wibowo Muljono mengatakan efisiensi sistem HVAC menjadi salah satu perhatian penting karena sistem tersebut menyumbang porsi signifikan terhadap penggunaan energi di gedung komersial.

“Sistem HVAC menyumbang porsi yang signifikan terhadap penggunaan energi di gedung komersial, sehingga pengoperasian yang efisien menjadi prioritas penting bagi Menara Astra. Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan kami, kami terus berfokus pada pengurangan jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja operasional dan kenyamanan penghuni,” ujarnya dikutip Sabtu (3/10/2026).

Menurutnya, penerapan BTune menjadi bagian dari upaya Menara Astra memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan gedung.

Dalam implementasinya, BTune tidak membutuhkan penambahan peralatan HVAC maupun penggantian sistem yang telah tersedia. Teknologi tersebut juga dirancang tanpa memerlukan pemrograman ulang sistem secara menyeluruh sehingga gangguan terhadap operasional gedung dapat diminimalkan.

Selain melakukan optimisasi secara berkelanjutan berdasarkan data dan kondisi real-time, sistem ini dapat membantu mengidentifikasi permasalahan kinerja HVAC dengan lebih cepat.

Penerapan BTune di Menara Astra menggunakan model berbasis kinerja (performance-linked savings model) sehingga tidak membutuhkan investasi awal (capex) dari pemilik gedung.

Berdasarkan cakupan awal proyek, implementasi di Menara Astra ditargetkan menghasilkan penghematan energi rata-rata sebesar 10%-20%. Selain menekan konsumsi energi, efisiensi tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon dan biaya operasional gedung.

Dalam berbagai implementasi yang telah dilakukan, BTune mencatat rata-rata penurunan konsumsi energi keseluruhan gedung sebesar 18%. Teknologi tersebut juga diklaim mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menelusuri dan mengidentifikasi gangguan HVAC sebesar 30%-50%, tanpa harus mengganti peralatan yang telah tersedia.

Managing Director Colliers Indonesia Mike Broomell mengatakan penerapan teknologi tersebut menunjukkan peluang pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi bangunan komersial.

“Colliers Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan solusi keberlanjutan yang memberikan manfaat operasional dan lingkungan yang terukur bagi pemilik properti,” katanya.

Menurutnya, kerja sama dengan Menara Astra menjadi salah satu langkah untuk menunjukkan bahwa gedung perkantoran modern dapat meningkatkan efisiensi energi dengan memanfaatkan teknologi tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni maupun operasional gedung.

BTune sendiri ditujukan untuk berbagai jenis bangunan yang telah memiliki sistem BMS atau BAS, baik gedung yang disewakan maupun properti yang ditempati pemilik. Teknologi ini dapat diterapkan pada gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat konvensi, hotel, serta properti berskala besar lainnya dengan sistem pengelolaan gedung terpusat.

Penerapan teknologi optimisasi HVAC berbasis AI tersebut juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap pengelolaan gedung berbasis data. Bagi pemilik dan pengelola properti, pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan penghematan energi, tetapi juga pengendalian biaya operasional, pengurangan emisi, serta peningkatan efisiensi dan kinerja aset dalam jangka panjang.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *