IndonesianForecast, JAKARTA — PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melalui PT Ciputra Residence berkomitmen dalam menerapkan Health, Safety, and Environment (HSE) pada kontraktornya sebagai bagian dari manajemen risiko.
Penerapan standar keselamatan ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan memperkuat reputasi perusahaan.
Direktur PT Ciputra Residence Lalitya Ciputra Sastrawinata mengatakan melalui HSE Award selama 1 dekade terakhir, angka kecelakaan kerja di PT Ciputra Residence mengalami penurunan.
Adapun pada 2017 tercatat terjadi 37 kasus kecelakaan kerja yang terjadi di seluruh proyek Ciputra Residence. Angka tersebut terus menurun menjadi 23 kasus di tahun 2019. Kemudian, pada 2023 angka kecelakaan kerja berkurang menjadi 10 kasus dan kembali turun menjadi hanya 4 kejadian pada 2025.
“Tahun ini, tingkat keselamatan kerja telah mencapai 95%. Penurunan ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja. Komitmen ini ditunjukkan pada saat proses pembangunan beragam produk properti milik perusahaan, khususnya rumah tapak (landed houses),” ujarnya dalam keterangan, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, penurunan angka kecelakaan merupakan kombinasi dari peningkatan standar, pengawasan lebih ketat, adanya penalti bagi pelanggar, dan penghargaan sebagai carrot approach. Piala HSA Award bahkan dijadikan beberapa kontraktor sebagai nilai jual saat menawarkan jasa ke developer lain.
PT Ciputra Residence memahami pentingnya budaya HSE di seluruh lini bisnis. Perusahaan telah lama berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat terutama dalam proses pembangunan produk-produk properti, termasuk rumah tapak. Penerapan budaya HSE yang ketat dan konsisten, perusahaan berupaya menjaga kualitas proyek sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan, khususnya konsumen.
Pihaknya tak menampik implementasi HSE memang memang memakan biaya, namun tidak otomatis dibebankan dalam bentuk kenaikan harga jual.
“Cost tersebut bisa diimbangi efisiensi di berbagai sisi. Dengan efisiensi dan penjualan yang meningkat, persentase biaya tetap dapat mengecil, sehingga harga rumah justru bisa lebih kompetitif dalam jangka panjang,” katanya.
Melalui penerapan budaya HSE yang ketat, Ciputra Residence berkomitmen dan konsisten untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk-produk properti sehingga nantinya memberikan manfaat bagi para stakeholders khususnya para konsumen.
Dia berharap penyelenggaraan HSE Awards dapat terus diselenggarakan secara konsisten untuk memberikan penghargaan kepada mitra kontraktor dan project internal.
“Hal ini dapat meyakinkan segala pihak bahwa keseriusan dalam menciptakan area kerja dengan aman selamat dan tetap menjaga konsentrasi pencapaian progres internal kami,” ucapnya.
Dalam industri yang sarat risiko seperti konstruksi, kecelakaan kerja dapat menimbulkan kerugian besar, mulai dari penghentian proyek, pembengkakan biaya, hingga terganggunya kepercayaan pemangku kepentingan.
Menurutnya, HSE Awards 2025 merupakan konsistensi Ciputra Residence dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di setiap aktivitas pekerjaan melalui program yang terstruktur.
Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 85 kontraktor mitra kerja dan proyek internal dalam enam kategori, mulai dari implementasi HSE terbaik, kinerja petugas HSE, keselamatan kerja di ketinggian, hingga proyek dan kontraktor dengan capaian zero accident.
Seluruh penerima dipilih melalui proses penilaian yang berlangsung sejak 10 Januari hingga November 2025. Penilaian mengacu pada HSE scoring, laporan NCR CAR, laporan bulanan, dan observasi tim HSE di lapangan yang menjadi dasar dalam menentukan pemenang.
“Keselamatan pekerja adalah prioritas utama yang harus kita jaga bersama. Bagi para penerima penghargaan, semoga ini menjadi pemacu untuk terus konsisten,” tuturnya.






