IndonesianForecast, JAKARTA — Harga properti yang tinggi membuat keputusan membeli rumah tak lagi sederhana. Alih-alih langsung mengikat komitmen pembelian, calon konsumen kini ditawarkan kesempatan untuk tinggal terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan.
Menangkap kebutuhan tersebut, PT Intiland Development Tbk. (DILD) menghadirkan Rentown, skema sewa-beli yang memungkinkan konsumen menempati properti selama 1–2 tahun sebelum memutuskan untuk membelinya.
Direktur Intiland Simon J. Wirawan mengatakan, Rentown dihadirkan untuk memberikan fleksibilitas kepada calon pembeli, baik end-user maupun investor, agar dapat mengenal dan merasakan langsung unit serta lingkungan properti sebelum mengambil keputusan kepemilikan.
“Program Rentown ini kami hadirkan untuk memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli agar benar-benar merasakan dan mengenal lingkungan tempat tinggalnya terlebih dahulu, sebelum mengambil keputusan untuk memiliki unit properti tersebut,” ujar Simon dalam keterangan resminya, Rabu (26/8/2026).
Melalui program tersebut, konsumen dapat menempati unit yang diminati selama 1–2 tahun. Skema ini memberikan kebutuhan awal yang lebih ringan dibandingkan mekanisme pinjam-pakai konvensional yang umumnya mensyaratkan pembayaran hingga 70% dari harga jual.
Dalam Rentown, konsumen dapat memperoleh serah terima kunci dengan membayar sekitar 8% dari harga jual. Dengan demikian, calon pembeli dapat terlebih dahulu merasakan hunian tanpa harus langsung menanggung komitmen pembayaran pembelian secara penuh.
Yang menjadi pembeda, pembayaran sewa dalam program ini juga dapat menjadi bagian dari proses kepemilikan. Apabila pada akhirnya penyewa memutuskan membeli unit, akumulasi uang sewa yang telah dibayarkan dapat dikonversikan menjadi bagian dari uang muka atau down payment (DP).
Selain itu, harga jual unit untuk periode 1–2 tahun ke depan telah dikunci sejak awal kesepakatan. Konsumen pun memiliki kepastian mengenai harga pembelian apabila memilih melanjutkan dari skema sewa menjadi kepemilikan.
“Seluruh biaya sewa dalam program ini sudah mencakup fully furnished serta biaya layanan (service charge). Program Rentown berlaku untuk portofolio apartemen dan ruang perkantoran strata title Intiland di Jakarta dan Surabaya,” kata Simon.
Untuk wilayah Jakarta, Rentown tersedia di sejumlah proyek Intiland. Apartemen Regatta di Pantai Mutiara ditawarkan dengan biaya sewa mulai Rp175 juta per tahun.
Kemudian Apartemen Fifty Seven Promenade di kawasan Thamrin memiliki biaya sewa mulai Rp30 juta per bulan atau sekitar Rp360 juta per tahun. Sementara Apartemen SQ Rés di koridor TB Simatupang ditawarkan dengan biaya sewa mulai Rp22 juta per bulan atau Rp240 juta per tahun.
Di Surabaya, program Rentown mencakup The Rosebay, low rise residential di Graha Famili, dengan biaya sewa mulai Rp12,5 juta per bulan atau sekitar Rp150 juta per tahun.
Pilihan lainnya adalah Apartemen Praxis dengan biaya sewa mulai Rp10 juta per bulan atau Rp120 juta per tahun, serta Apartemen Sumatra36 dengan biaya sewa mulai Rp15 juta per bulan atau Rp180 juta per tahun.
Intiland juga menyediakan pilihan sewa dan beli untuk ruang perkantoran strata title di Surabaya. Praxis Office yang berada di kawasan pusat bisnis ditawarkan dengan biaya sewa mulai Rp8 juta per bulan atau Rp96 juta per tahun.
Sementara itu, Spazio Tower di Surabaya Barat memiliki biaya sewa mulai Rp6 juta per bulan atau sekitar Rp72 juta per tahun.
Jadi Jalan Tengah bagi Konsumen
Skema Rentown memberikan alternatif bagi konsumen yang belum sepenuhnya yakin untuk langsung membeli properti. Selama masa sewa, konsumen dapat menilai secara langsung kualitas unit, lingkungan, aksesibilitas, fasilitas, hingga kenyamanan kawasan sebelum mengambil keputusan pembelian.
Bagi end-user, pola tersebut memungkinkan calon penghuni memastikan bahwa properti yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi investor, periode sewa dapat dimanfaatkan untuk melihat potensi kawasan dan properti sebelum menentukan keputusan investasi.
Dari sisi pengembang, skema sewa-beli juga membuka peluang untuk mengubah permintaan sewa menjadi transaksi penjualan. Konsumen yang sebelumnya masih ragu membeli dapat diarahkan menuju kepemilikan setelah merasakan langsung produk yang ditawarkan.
Mekanisme konversi uang sewa menjadi DP menjadi salah satu insentif utama karena pembayaran yang telah dikeluarkan konsumen tetap memiliki nilai ketika keputusan pembelian dilakukan.
Manajemen DILD optimistis skema sewa-beli tersebut akan mendapat sambutan positif dari pasar sekaligus mendorong penyerapan stok properti perseroan sepanjang 2026.
Melalui Rentown, Intiland mencoba menawarkan pola kepemilikan yang lebih fleksibel. Konsumen tidak harus langsung menentukan keputusan membeli sejak awal, tetapi dapat memulai dengan menyewa, merasakan langsung properti, kemudian mengubah akumulasi pembayaran sewa menjadi bagian dari DP ketika akhirnya memutuskan untuk memiliki unit tersebut.






