Beranda / Property / Halo Space Masuk SCBD, Brand Lokal Bidik Pasar Serviced Office Premium yang Didominasi Operator Global

Halo Space Masuk SCBD, Brand Lokal Bidik Pasar Serviced Office Premium yang Didominasi Operator Global

IndonesianForecast, JAKARTA — Selama lebih dari dua dekade, pasar serviced office premium di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta dikuasai oleh operator global. Berbagai perusahaan multinasional menawarkan konsep ruang kerja fleksibel dengan standar layanan yang diterapkan secara seragam di berbagai negara.

Dominasi tersebut kini mulai mendapat tantangan dari pemain lokal. Halo Space resmi membuka lokasi pertamanya di Indonesia Stock Exchange (IDX) Building Tower 2, menandai masuknya perusahaan Indonesia ke salah satu segmen ruang kerja paling kompetitif di Tanah Air.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap flexible workspace. Perusahaan kini semakin memilih serviced office karena menawarkan solusi yang lebih efisien dibanding membangun kantor sendiri. Fasilitas seperti resepsionis, ruang rapat, dukungan teknologi informasi, hingga layanan administrasi telah tersedia dalam satu paket sehingga perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis.

Co-Founder Halo Space Riema Chandra mengatakan pemilihan SCBD sebagai lokasi pertama bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut dinilai menjadi barometer industri serviced office premium di Indonesia.

“SCBD adalah pasar paling menuntut di Indonesia, dan justru itu alasan kami memilihnya. Ambisi kami bukan menjadi yang terbesar lebih dulu, tetapi menjadi yang terbaik lebih dulu,” ujarnya dikutip Kamis (2/7/2026).

Berbeda dengan banyak operator yang merupakan bagian dari jaringan internasional, Halo Space dibangun oleh tim profesional Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari 17 tahun di industri serviced office di berbagai negara Asia Pasifik, termasuk Australia, Singapura, dan Filipina.

Menurut Riema, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadirkan ruang kerja yang tidak hanya mengutamakan fasilitas, tetapi juga pengalaman pengguna.

“Seluruh pengalaman tersebut kami rangkum untuk membangun Halo Space dengan pendekatan yang mengutamakan hospitality dan kualitas pengalaman pengguna,” katanya.

Pendekatan itu diwujudkan melalui desain ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Area kerja dibagi berdasarkan fungsi, mulai dari ruang fokus, ruang diskusi, area kolaborasi, hingga ruang menerima klien. Pengaturan akustik, pencahayaan, dan tata ruang juga dirancang untuk mendukung kenyamanan serta produktivitas.

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah proses pengambilan keputusan yang lebih cepat. Seluruh operasional dan manajemen berada di Indonesia sehingga perusahaan dapat merespons kebutuhan pasar tanpa harus menunggu persetujuan dari kantor pusat di luar negeri.

Dari sisi fasilitas, Halo Space menggunakan furnitur ergonomis Steelcase, menerapkan standar Sound Transmission Class (STC) 36 untuk menjaga privasi ruang privat, serta menggunakan Interface Carpet yang banyak digunakan pada gedung perkantoran premium.

Meski demikian, Riema menilai kualitas layanan tetap menjadi faktor pembeda utama dalam bisnis serviced office.

“Kami percaya ruang kerja harus lebih dari sekadar tempat bekerja. Ruang kerja harus mampu memberikan pengalaman yang nyaman sehingga setiap orang dapat fokus menjalankan pekerjaannya,” ucapnya.

Saat ini sekitar 80% unit yang dikelola Halo Space berupa private office. Perusahaan juga menyediakan layanan virtual office dan coworking space yang ditujukan bagi perusahaan rintisan maupun UMKM yang ingin memiliki alamat bisnis di kawasan SCBD dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Kami percaya setiap perusahaan, termasuk UMKM, berhak mendapatkan akses terhadap alamat bisnis yang prestisius tanpa harus terbebani biaya operasional yang terlalu besar. Akses tersebut akan membantu pelaku usaha memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kepercayaan dari klien maupun mitra bisnis,” tutur Riema.

Masuknya Halo Space menunjukkan bahwa persaingan di industri serviced office tidak lagi hanya ditentukan oleh skala jaringan global. Kemampuan memahami kebutuhan pasar lokal, kecepatan dalam mengambil keputusan, serta kualitas layanan menjadi faktor yang semakin menentukan di tengah berkembangnya permintaan terhadap ruang kerja fleksibel di Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *