IndonesianForecast, JAKARTA — PT Star Maju Sentosa optimistis mempertahankan pertumbuhan bisnis di tengah perlambatan ekonomi dengan membentuk Joysparks Group sebagai holding baru yang menaungi bisnis department store, supermarket, dan toko buku.
Perusahaan menyiapkan belanja modal sebesar Rp150 miliar-Rp200 miliar per tahun untuk mendukung ekspansi dan menambah jumlah gerai hingga dua kali lipat dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Finance Director Joysparks Group Deddy Wongso mengatakan pembentukan holding baru tersebut bukan sekadar perubahan identitas perusahaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengintegrasikan seluruh lini bisnis ke dalam satu ekosistem ritel.
“Hari ini kami tidak lagi hanya mengelola satu atau dua brand, tetapi membangun sebuah ekosistem ritel yang saling melengkapi. Karena itu, kami membutuhkan identitas yang dapat menyatukan seluruh portofolio bisnis di bawah satu payung, sekaligus mencerminkan arah perusahaan ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, transformasi tersebut merupakan respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang mendorong industri ritel untuk terus beradaptasi.
Pusat perbelanjaan tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi telah berkembang menjadi destinasi gaya hidup yang menawarkan pengalaman yang lebih luas melalui interaksi sosial, aktivitas komunitas, hiburan, hingga layanan digital yang terintegrasi.
Joysparks sendiri merupakan gabungan dari kata joy dan sparks yang merepresentasikan percikan kebahagiaan melalui pengalaman yang bermakna bagi pelanggan. Identitas baru tersebut juga menjadi landasan perusahaan untuk mempercepat ekspansi.
Pada tahun ini, perusahaan menargetkan pengoperasian 10 gerai yang terdiri atas satu toko buku, lima supermarket, dan empat department store. Dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga dua kali lipat.
“Apakah agresif? Ya. Dengan adanya Joysparks Group, kami memang ingin berkembang lebih agresif,” katanya.
Salah satu proyek yang telah dipastikan adalah pembukaan Star Department Store dan Happy Harvest Supermarket di Bogor Great Mall yang sebelumnya dikenal sebagai Plaza Yasmin.Selain itu, perusahaan juga akan membuka gerai Happy Harvest di Summarecon Crown Gading, Summarecon Tangerang, dan The Hood di Summarecon Serpong.
Sementara itu, Lintas Bookstore dijadwalkan membuka gerai pertamanya di Summarecon Mall Kelapa Gading pada akhir 2026, kemudian disusul gerai kedua di The Hood, Summarecon Serpong, pada kuartal pertama 2027.
Dalam kesempatan yang sama, perusahaan menegaskan bahwa Joysparks Group bukan merupakan anak perusahaan Summarecon.
Deddy menjelaskan hubungan kedua perusahaan hanya sebatas sister company karena memiliki pemegang saham yang sama. Struktur direksi, manajemen, dan operasional kedua perusahaan dijalankan secara terpisah.
“Kami adalah sister company. Kami bukan anak perusahaan Summarecon,” katanya.
Menurutnya, status tersebut membuat perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk hanya berekspansi di kawasan milik Summarecon.
“Kami juga terus mencari peluang. Kami tidak membatasi diri hanya di properti milik Summarecon,” ucapnya.
Di tengah berbagai kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat, Joysparks Group mengaku masih mampu mencatatkan pertumbuhan. Deddy menilai perlambatan ekonomi tidak terjadi secara merata di seluruh segmen pasar.
“Kita sering mendengar narasi bahwa ekonomi sedang turun. Namun, di sisi lain, konser tetap ramai dan pameran otomotif masih mencatatkan penjualan yang cukup baik,” tuturnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat segmen pasar yang memiliki daya tahan terhadap tekanan ekonomi.
Perusahaan menyasar konsumen kelas menengah dan menengah atas yang dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri ritel, Joysparks Group mengaku masih mampu membukukan pertumbuhan satu digit.
“Kami bersyukur masih bisa bertahan. Banyak retailer yang sedang mengalami tekanan. Namun, kami masih bisa mencatatkan pertumbuhan karena menyasar segmen yang menurut kami masih cukup mampu bertahan dalam kondisi saat ini,” terangnya.
Selain itu, diversifikasi bisnis menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja perusahaan. Keberadaan Happy Harvest yang bergerak di sektor kebutuhan pokok membuat perusahaan memiliki bisnis yang lebih tahan terhadap perlambatan ekonomi.
“Orang mungkin menahan pembelian pakaian, tetapi kebutuhan makan tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Selain itu, inovasi di setiap lini bisnis juga menjadi strategi utama perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan.
“Ritel tidak bisa diam. Kami harus terus berubah dan terus berinovasi untuk bisa bertahan,” katanya.
Perkuat Lini Bisnis
Sebagai lini bisnis yang menjadi fondasi perusahaan sejak 2007, Star Department Store terus melakukan transformasi. Saat ini, Star Department Store telah beroperasi di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, dan Summarecon Mall Bandung dengan total luas area mencapai 30.000 meter persegi.
Selain menghadirkan berbagai merek nasional dan internasional, perusahaan juga mengembangkan sejumlah private brand, seperti Blanka, Blanka Teens, Blanka Curve, Blanka Mens, Youngstyle, Liels, Lolly & Noe, Bunny n Klin, Biutopia, dan Patchstudio by Bunny n Klin.
Department Store Director of Star Department Store Lidya Kartawidjaja menuturkan perusahaan juga mulai mengembangkan konsep belanja yang lebih berorientasi pada pengalaman pelanggan. Jika sebelumnya pelanggan datang hanya untuk berbelanja, kini mereka juga dapat menikmati berbagai fasilitas tambahan, seperti kafe dan layanan penyesuaian pakaian tanpa biaya tambahan.
Perusahaan juga mulai mengembangkan berbagai produk private label. Ke depan, Joysparks Group tidak menutup kemungkinan untuk membuka monobrand store yang menjual produk-produk private label tersebut.
Sementara itu, Happy Harvest yang mulai beroperasi pada Januari 2024 mengusung konsep Freshness Everyday. Saat ini, Happy Harvest telah hadir di Summarecon Mall Serpong, Summarecon Mall Bekasi, Summarecon Mall Bandung, dan Summarecon Bogor dengan total luas area mencapai 9.000 meter persegi.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Happy Harvest Supermarket Mei Lydia menuturkan tantangan terbesar dalam bisnis supermarket adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan efisiensi operasional.
Menurutnya, margin keuntungan dalam bisnis supermarket relatif sangat tipis sehingga perusahaan harus mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan penjualan dan profitabilitas.
“Kami seperti sedang memainkan banyak bola sekaligus. Penjualan tidak boleh hanya naik, tetapi profitabilitas justru turun,” ujarnya.
Untuk menjaga budaya kerja, perusahaan menerapkan slogan BISA, yaitu bekerja dengan sepenuh hati, integritas dan inovasi tanpa henti, selalu mencari solusi terbaik, serta memastikan penjualan dan keuntungan terus meningkat.
Menurut Mei, pelayanan terbaik tidak selalu harus dibangun melalui peningkatan biaya operasional.
“Kami percaya pelayanan terbaik bisa diberikan melalui budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan yang tulus,” katanya.
Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, Happy Harvest menghadirkan berbagai program interaktif, seperti Lelang Durian. Pelanggan yang telah berbelanja minimal Rp150.000 dapat mengikuti lelang dengan harga pembukaan yang lebih rendah dibandingkan harga normal.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan berbagai aktivitas komunitas, seperti pertandingan catur untuk anak-anak dan kompetisi memasak melalui program Koki Muda Nusantara.
Mei menilai fenomena lipstick economy masih terlihat dalam perilaku konsumen. Masyarakat memang cenderung menunda pembelian barang bernilai besar tetapi tetap mengalokasikan pengeluaran untuk produk yang memberikan pengalaman dan kebahagiaan.
“Masyarakat mungkin menunda membeli mobil, tetapi mereka tetap membeli buku. Mereka mungkin belum bisa bepergian, tetapi masih membeli produk yang memberikan pengalaman dan kebahagiaan,” tuturnya.
Happy Harvest berupaya menghadirkan pengalaman berbelanja yang berbeda melalui berbagai produk yang ditawarkan. Selain menjual biji kopi Nusantara, perusahaan juga memperluas kategori produk ke teh, seafood, serta berbagai produk pertanian lokal.
Happy Harvest juga memasarkan stroberi varietas Jepang yang dibudidayakan di Indonesia, buah matoa, dan buah lontar. Menurut Mei, beberapa produk tersebut memang bukan penyumbang penjualan terbesar. Namun, perusahaan merasa memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan produk Indonesia kepada masyarakat.
“Buah lontar harus selalu tersedia. Penjualannya memang tidak terlalu besar, tetapi itu merupakan tanggung jawab kami untuk mengenalkan produk Indonesia dan membantu produk agrikultur dalam negeri terus berkembang,” tuturnya.
Perusahaan juga menghadirkan berbagai produk khas daerah, seperti kerupuk asinan kuning dari Karawaci, sebagai bagian dari strategi untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen.
Melengkapi portofolio bisnisnya, Joysparks Group akan menghadirkan Lintas Bookstore yang mengusung filosofi A Home for Curious Minds.
Bookstore Director of Lintas Bookstore Andy Yuktipada menerangkan Lintas Bookstore dirancang bukan sekadar sebagai toko buku, melainkan sebagai ruang yang menghubungkan literasi, budaya, kreativitas, komunitas, dan gaya hidup. Konsep yang diusung adalah international lifestyle bookstore.
Selain menghadirkan koleksi buku dalam bahasa Indonesia dan Inggris, Lintas Bookstore juga menyediakan koleksi buku berbahasa Mandarin. Perusahaan menilai keberadaan koleksi buku berbahasa Mandarin menjadi salah satu pembeda dibandingkan toko buku lain.
Selain buku, Lintas Bookstore juga akan menawarkan koleksi piringan hitam, stationery, produk gaya hidup, wine, kafe, restoran, serta ruang bagi berbagai kegiatan komunitas. Konsep tersebut dibangun berdasarkan keyakinan bahwa buku tidak lagi berdiri sendiri sebagai sebuah produk.
“Membaca buku bisa ditemani secangkir kopi, aromaterapi, atau berbagai pengalaman lainnya. Karena itu, kami menggabungkan literasi dengan gaya hidup,” tuturnya.
Melalui konsep tersebut, Lintas Bookstore diharapkan dapat menjadi destinasi baru yang menggabungkan literasi, budaya, dan gaya hidup dalam satu ruang.






