IndonesianForecast, JAKARTA — The Ascott Limited (Ascott) mempercepat ekspansinya di Vietnam dengan menandatangani sembilan perjanjian pengelolaan properti pada semester I/2026. Langkah tersebut menambah lebih dari 3.200 unit dan meningkatkan portofolio perusahaan lebih dari 30% menjadi sekitar 12.000 unit yang tersebar di 42 properti yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap pengembangan di 14 kota. Vietnam kini menjadi pasar terbesar ketiga Ascott di Asia berdasarkan jumlah proyek yang sedang dikembangkan.
Seluruh properti baru tersebut akan dibuka secara bertahap mulai 2028. Ekspansi itu juga menjadi laju pertumbuhan tercepat Ascott di Vietnam hingga saat ini. Dari sembilan proyek yang ditandatangani, empat di antaranya merupakan hasil kerja sama dengan Sun Group, sedangkan lima proyek lainnya berasal dari pemilik properti yang baru pertama kali bermitra dengan perusahaan.
Ekspansi tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan industri pariwisata Vietnam. Jumlah kunjungan wisatawan internasional mencapai rekor 21,2 juta orang pada 2025 dan kembali meningkat 15% menjadi 12,3 juta orang pada semester pertama 2026. Sementara itu, perjalanan wisata domestik mencapai 135,5 juta perjalanan pada 2025 dan 81 juta perjalanan pada semester pertama 2026.
Pembangunan jalan tol, peningkatan kapasitas bandara, dan perluasan konektivitas penerbangan turut membuka akses ke berbagai destinasi di sepanjang wilayah pesisir. Di sisi lain, strategi diversifikasi rantai pasok global melalui pendekatan China-plus-one mendorong peningkatan permintaan terhadap akomodasi jangka panjang di kawasan industri dan pusat administrasi. Penyelenggaraan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Phu Quoc pada November 2027 juga diperkirakan akan mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Empat proyek baru akan memperkuat kehadiran Ascott di Hanoi, Ho Chi Minh City, dan Hai Phong. Tiga proyek lainnya berada di Phu Quoc, sedangkan proyek baru juga akan dikembangkan di Da Nang dan Quy Nhon. Kota terakhir menjadi destinasi baru yang mulai berkembang dan masuk dalam daftar 25 destinasi yang paling diminati di dunia pada 2026 versi Tripadvisor.
Dari sisi merek, ekspansi tersebut menandai kehadiran perdana The Crest Collection di Vietnam melalui proyek di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Sementara itu, proyek lainnya akan dikembangkan melalui merek Ascott, Citadines, lyf, Oakwood, Somerset, dan Harris.
Chief Executive Officer Ascott Kevin Goh mengatakan Vietnam merupakan salah satu pasar perhotelan yang paling menarik di Asia karena pertumbuhan permintaan terjadi di berbagai kota, kawasan pesisir, dan segmen wisatawan.
“Vietnam merupakan salah satu kisah pertumbuhan industri perhotelan yang paling menarik di Asia. Permintaan terus meningkat di berbagai kota, wilayah pesisir, dan berbagai segmen wisatawan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (10/8/2026).
Menurut dia, strategi pertumbuhan berbasis aset ringan dan model bisnis flex-hybrid memungkinkan Ascott mengelola berbagai jenis properti, mulai dari serviced residence, hotel, resor, hingga hunian sosial.
“Melalui proyek-proyek baru ini, kami memperkuat posisi kepemimpinan kami di sektor serviced residence dan akomodasi jangka panjang, sekaligus memperluas kehadiran di destinasi wisata dan segmen mewah yang menunjukkan pertumbuhan permintaan baru,” katanya.
Chief Growth Officer Ascott Serena Lim mengatakan pengembangan hotel di Vietnam bergerak semakin cepat, terutama di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Menurutnya, pemilik properti mulai menentukan mitra pengelola seiring masuknya berbagai proyek ke tahap konstruksi.
Dia menilai rekam jejak Ascott dalam mengelola akomodasi jangka panjang menjadi salah satu faktor yang membedakan perusahaan tersebut dari operator lainnya.
“Dalam berbagai diskusi tersebut, rekam jejak operasional Ascott di sektor akomodasi jangka panjang menjadi pembeda yang jelas karena mampu memberikan keuntungan yang lebih stabil bagi pemilik properti di berbagai siklus pasar,” ucapnya.
Lim menambahkan, peluang pertumbuhan industri perhotelan di Vietnam masih terbuka lebar.
“Dengan berbagai pembicaraan yang masih berlangsung di sejumlah pasar, kami memperkirakan momentum penandatanganan proyek akan terus berlanjut hingga semester kedua tahun ini,” tuturnya.
Empat proyek yang dikembangkan bersama Sun Group memperkuat kemitraan yang sebelumnya telah terjalin melalui Ascott Tay Ho Hanoi dan Oakwood Ha Long. Di Phu Quoc, kedua perusahaan akan mengembangkan tiga properti dengan total 1.400 unit di kawasan Sunset Town. Proyek tersebut mencakup serviced residence, hunian sosial, dan resor ramah keluarga yang terintegrasi dengan kawasan hiburan, ritel, dan destinasi wisata di pulau tersebut.
Selain memperkuat kemitraan dengan Sun Group, Ascott juga menggandeng sejumlah pemilik properti baru, salah satunya DOJI Group yang akan mengembangkan Diamond Crown Westlake by The Crest Collection di Hanoi. Ekspansi juga dilakukan melalui pengembangan proyek di Hai Phong, Ho Chi Minh City, Da Nang, dan Quy Nhon.
Kesembilan proyek tersebut tersebar di sejumlah kota strategis dengan komposisi tiga proyek di Phu Quoc, dua proyek di Ho Chi Minh City, serta masing-masing satu proyek di Hanoi, Hai Phong, Da Nang, dan Quy Nhon. Total kapasitas proyek di Phu Quoc mencapai sekitar 1.400 unit, menjadikannya sebagai lokasi ekspansi terbesar dalam portofolio terbaru Ascott di Vietnam.
Saat ini, Ascott mengoperasikan 16 properti di tujuh kota di Vietnam. Mulai 2027, perusahaan akan membuka Ascott Tay Ho Hanoi dengan 1.165 kamar dan 10 konsep kuliner. Sementara itu, Harris Resort Cam Ranh dengan 693 unit dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027, diikuti Citadines Selavia Phu Quoc dengan 369 unit pada kuartal ketiga 2027. Kehadiran properti tersebut dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan KTT APEC di Phu Quoc pada November 2027.
Regional General Manager Indochina Ascott David Cumming mengatakan perusahaan telah bertransformasi dari investor menjadi operator perhotelan berbasis aset ringan selama lebih dari tiga dekade di Vietnam.
“Dengan portofolio proyek yang sangat kuat, fokus saat ini adalah memastikan seluruh proyek dapat dibuka sesuai jadwal dan dioperasikan secara optimal,” terangnya.
Pertumbuhan Ascott di Vietnam melanjutkan pencapaian perusahaan di Asia Tenggara. Pada 2025, Ascott menandatangani proyek dengan total lebih dari 7.300 unit di kawasan tersebut atau meningkat 55% dibandingkan dengan 2024. Berdasarkan data Horwath HTL, pencapaian itu menempatkan Ascott sebagai salah satu dari tiga perusahaan perhotelan dengan jumlah penandatanganan proyek baru terbesar di Asia Tenggara.






