IndonesianForecast, JAKARTA — Pengelolaan air menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa pada 2030 dunia berpotensi mengalami kesenjangan hingga 40% antara kebutuhan air dan ketersediaan air bersih jika pola konsumsi saat ini tidak berubah.
Di tengah kondisi tersebut, Greenland International Industrial Center (GIIC) di Kota Deltamas, Cikarang, mengembangkan program daur ulang air untuk mengurangi penggunaan air tawar sekaligus mendukung pengembangan industri berkelanjutan.
Program yang mulai dijalankan sejak 2025 tersebut menjadikan Amazon Web Services (AWS) sebagai tenant pertama yang memanfaatkan air hasil daur ulang untuk kebutuhan pendinginan pusat data.
Presiden Direktur PT Puradelta Lestari Tbk Hongky J. Nantung mengatakan bahwa keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan industri GIIC.
“Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan GIIC. Amazon Web Services menjadi tenant pertama yang menggunakan air hasil daur ulang dari fasilitas kami untuk kebutuhan pendinginan pusat datanya. Hal ini menunjukkan bagaimana infrastruktur berkelanjutan dapat membantu mengurangi konsumsi air tawar sekaligus mendukung pertumbuhan industri dalam jangka panjang di GIIC,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (20/8/2026).
Saat ini, Instalasi Pengolahan Air Daur Ulang GIIC memiliki kapasitas pengolahan mencapai 8.000 meter kubik per hari. Fasilitas tersebut memungkinkan penggunaan kembali sekitar 60% air olahan yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kawasan.
Air hasil daur ulang tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, termasuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014, sehingga aman digunakan untuk berbagai kebutuhan utilitas industri.
Director for Data Center Operations AWS APJC Saji PK mengatakan bahwa pemanfaatan air daur ulang merupakan salah satu strategi utama perusahaan dalam mengelola operasional pusat data.
“Kami meyakini bahwa air layak minum seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan komunitas yang paling membutuhkannya. Pemanfaatan air daur ulang juga mendukung ketahanan air di tingkat lokal serta mendorong praktik pengelolaan air secara sirkular,” katanya.
Kolaborasi GIIC dan AWS menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ketersediaan air di masa depan, sekaligus mendukung pertumbuhan industri yang lebih ramah lingkungan.






