Beranda / Property / Pasar Perkantoran Asia Pasifik Tetap Tumbuh, Permintaan Bergeser ke Gedung Berkualitas

Pasar Perkantoran Asia Pasifik Tetap Tumbuh, Permintaan Bergeser ke Gedung Berkualitas

IndonesianForecast, JAKARTA — Ketika ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global masih membayangi perekonomian, pasar perkantoran Asia Pasifik justru menunjukkan ketahanan. Aktivitas penyewaan ruang perkantoran di 11 pasar utama kawasan mencapai 4,6 juta meter persegi pada semester pertama 2026, dengan permintaan yang semakin terkonsentrasi pada gedung berkualitas tinggi.

Laporan terbaru Colliers, Asia Pacific Office Market Insights H1 2026, menunjukkan aktivitas penyewaan tetap terjaga seiring stabilnya aktivitas bisnis di berbagai negara. Perusahaan kini semakin memprioritaskan ruang kerja yang tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga mampu mendukung produktivitas, menarik talenta, serta memberikan fleksibilitas lebih besar.

India, China Daratan, dan Jepang menjadi motor utama pasar perkantoran Asia Pasifik. Ketiganya menyumbang lebih dari 95% total aktivitas penyewaan selama semester pertama 2026 sekaligus berkontribusi terhadap lebih dari 90% pasokan ruang perkantoran baru di kawasan.

India mencatat aktivitas penyewaan terbesar dengan total 2,7 juta meter persegi. China berada di posisi kedua dengan 1 juta meter persegi, sementara Jepang mencatat aktivitas penyewaan sebesar 647.000 meter persegi.

Di tengah dominasi 3 pasar tersebut, Hong Kong dan Taiwan justru menunjukkan pertumbuhan permintaan yang cukup kuat. Sebaliknya, sejumlah pasar lainnya, termasuk Indonesia, Singapura, dan Selandia Baru, mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indonesia mencatat volume penyewaan ruang perkantoran sebesar 56.000 meter persegi pada semester pertama 2026, turun dari 99.000 meter persegi pada periode yang sama tahun lalu. Singapura juga mengalami penurunan, dari 148.000 meter persegi menjadi 102.000 meter persegi. Sementara itu, aktivitas penyewaan di Selandia Baru turun dari 98.000 meter persegi menjadi 49.000 meter persegi.

Managing Director Occupier Services Asia Pacific Colliers Mike Davis mengatakan pasar perkantoran Asia Pasifik memasuki paruh kedua 2026 dengan momentum yang semakin kuat.

Menurutnya, fokus perusahaan terhadap kualitas ruang kerja menjadi salah satu faktor yang mendorong permintaan.

“Pasar perkantoran di Asia Pasifik memasuki paruh kedua 2026 dengan momentum yang semakin kuat. Ketika perusahaan semakin berfokus pada penyediaan ruang kerja berkualitas untuk menarik talenta, meningkatkan produktivitas, dan mendukung pertumbuhan bisnis, permintaan di kawasan ini semakin terkonsentrasi pada gedung perkantoran terbaik di kelasnya. Kondisi tersebut, ditambah dengan terbatasnya pasokan di beberapa pasar utama serta membaiknya sentimen investasi, menciptakan prospek yang positif bagi aktivitas penyewaan di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya dalam laporan dikutip Kamis (20/8/2026).

Di Indonesia, pasar perkantoran Jakarta masih menunjukkan ketahanan meski aktivitas penyewaan mengalami penurunan secara tahunan. Preferensi penyewa terhadap ruang kantor yang telah dilengkapi fasilitas, bangunan ramah lingkungan, serta skema sewa yang lebih fleksibel menjadi salah satu faktor yang menopang pasar.

Head of Office Services Colliers Indonesia Bagus Adikusumo menuturkan pemilik gedung masih berupaya menjaga daya saing di tengah kondisi pasar melalui berbagai insentif bagi penyewa.

“Pasar perkantoran Jakarta terus menunjukkan ketahanan yang didukung oleh preferensi penyewa terhadap ruang kantor yang sudah dilengkapi fasilitas, bangunan hijau, dan pilihan sewa yang fleksibel. Seiring dengan membaiknya permintaan, pemilik gedung tetap berfokus untuk menjaga daya saing melalui berbagai insentif bagi penyewa. Ke depan, pasar perkantoran Jakarta diperkirakan akan tetap stabil, didukung oleh meningkatnya aktivitas penyewa, terbatasnya pasokan baru, serta permintaan yang terus berlanjut terhadap ruang kantor yang fleksibel dan berkualitas tinggi,” katanya.

Dari sisi pasokan, pasar perkantoran Asia Pasifik menghadapi penurunan signifikan. Ruang perkantoran baru yang masuk ke pasar mencapai 3 juta meter persegi pada semester pertama 2026, atau turun 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

India kembali menjadi pasar dengan tambahan pasokan terbesar, yakni 1,4 juta meter persegi. Tiongkok Daratan menyusul dengan tambahan 1 juta meter persegi, sementara Jepang menambahkan 245.000 meter persegi ruang perkantoran baru.

Australia mencatat tambahan pasokan sebesar 118.000 meter persegi. Sementara itu, Hong Kong hanya mencatatkan tambahan pasokan sebesar 33.000 meter persegi.

Kombinasi antara permintaan yang tetap aktif dan terbatasnya pasokan baru membuat kualitas aset semakin menjadi faktor penting dalam persaingan pasar perkantoran. Perusahaan tidak hanya mencari ruang untuk beroperasi, tetapi juga semakin mempertimbangkan bagaimana sebuah kantor dapat menunjang produktivitas, menarik talenta, dan memberikan fleksibilitas bagi karyawan.

Menurut laporan Colliers, Asia Pasifik masih menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi paling kuat di dunia dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspansi ekonomi global.

Prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap positif serta potensi stabilitas suku bunga diperkirakan akan terus mendukung kepercayaan pelaku usaha dan aktivitas investasi. Meski demikian, risiko geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global masih menjadi faktor yang perlu diantisipasi.

Dalam beberapa kuartal ke depan, keseimbangan antara pasokan dan permintaan diperkirakan tetap terjaga. Tingginya aktivitas penyewa dan preferensi terhadap aset perkantoran berkualitas tinggi menjadi penopang utama pasar.

“Dalam beberapa kuartal ke depan, keseimbangan antara pasokan dan permintaan diperkirakan akan tetap terjaga, didukung oleh tingginya aktivitas penyewa serta preferensi terhadap aset perkantoran berkualitas tinggi. Tingkat kekosongan diperkirakan akan tetap stabil di sebagian besar pasar, sementara permintaan yang berkelanjutan diperkirakan akan mendorong kenaikan rata-rata harga sewa,” tutur Davis.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *